Skip to main content

Berbagai faksi perlawanan Palestina secara serentak mengeluarkan pernyataan keras untuk mengutuk agresi udara dan laut yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan entitas pendudukan Israel terhadap Republik Islam Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Gerakan Hamas menyatakan kutukan sedalam-dalamnya dan menganggap agresi ini sebagai penargetan langsung terhadap keamanan, stabilitas, serta kedaulatan seluruh kawasan Timur Tengah. Hamas menegaskan solidaritas penuhnya kepada Iran dan menyerukan kepada seluruh umat Arab serta Islam untuk bersatu padu guna menggagalkan ambisi penjajah yang ingin menggambar ulang peta kawasan demi mewujudkan proyek “Israel Raya” di atas tanah-tanah Arab dan Islam.

Gerakan Jihad Islam juga meluncurkan pernyataan senada dengan menyebut agresi tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” yang mengancam nasib masyarakat di wilayah tersebut. Jihad Islam menegaskan hak sah bagi rakyat Iran untuk membela diri dan memberikan pukulan balik bagi para agresor, seraya mengingatkan bahwa serangan ini bukan hanya ditujukan kepada Iran, melainkan merupakan upaya penundukan terhadap seluruh elemen perlawanan. Sementara itu, Komite Perlawanan Palestina menekankan bahwa kepemimpinan dan rakyat Iran saat ini sedang membayar harga atas posisi prinsipil mereka dalam mendukung perjuangan Palestina. Mereka menyebut agresi ini sebagai cerminan dari wajah kriminal pemerintahan Amerika Serikat yang terus berupaya mendominasi kekayaan bangsa-bangsa di kawasan.

Dukungan serupa juga datang dari Gerakan Mujahidin Palestina dan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Kedua gerakan tersebut sepakat bahwa perang yang dibuka oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah bagian dari perang terbuka melawan seluruh umat Islam. Mereka menyerukan kepada kekuatan vital bangsa untuk merapatkan barisan menghadapi keangkuhan Amerika-Zionis, karena menurut mereka, tidak ada yang dapat menghentikan agresi ini kecuali persatuan dan komitmen pada jalur perlawanan. Gerakan Fatah al-Intifada turut menyatakan solidaritasnya dan memperingatkan bahwa agresi terhadap Iran hanyalah kelanjutan dari rencana besar untuk memperketat kendali atas nasib dan kemampuan bangsa-bangsa lain di kawasan Timur Tengah.

Rangkaian pernyataan dari faksi-faksi Palestina ini muncul di tengah laporan bahwa beberapa rudal jatuh di dekat istana kepresidenan Iran di Teheran, meskipun otoritas setempat memastikan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman. Penegasan dari kelompok-kelompok perlawanan ini menunjukkan bahwa serangan terhadap Iran dipandang sebagai serangan terhadap “Poros Perlawanan” secara keseluruhan, yang memaksa perlunya integrasi upaya militer dan politik untuk menghadapi rencana ekspansi Zionis-Amerika yang semakin agresif.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Baha Breaking News