Juru bicara militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida, menyampaikan peringatan yang sangat tajam dan mematikan bagi pihak-pihak yang ia sebut sebagai “anjing penjilat” dan agen mata-mata penjajah di Jalur Gaza. Dalam pernyataan resminya melalui saluran Telegram, Abu Ubaida menegaskan bahwa nasib para pengkhianat ini sudah di ujung tanduk dengan hukuman mati dan kehancuran yang tak terelakkan sebagai balasan atas pengkhianatan mereka. Ia menekankan bahwa perlindungan dari tank-tank militer Israel tidak akan mampu menyelamatkan mereka dari keadilan rakyat Palestina, bahkan ia bersumpah bahwa tanah Palestina tidak akan sudi menerima jasad mereka meskipun hanya sebagai liang lahat.
Abu Ubaida mengecam tindakan keji para informan yang bekerja sama dengan penjajah untuk memburu para pejuang perlawanan yang terhormat. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan total terhadap agenda musuh, di mana para agen ini hanya berani bertindak layaknya pria di bawah perlindungan militer Israel. Ia menilai bahwa penindasan terhadap warga sipil dan perundungan terhadap para pejuang yang sedang dikepung bukanlah sebuah keberanian, melainkan upaya putus asa untuk membuktikan eksistensi mereka di tengah kehinaan. Secara khusus, ia memberikan penghormatan tertinggi bagi para pahlawan perlawanan di Rafah yang memilih gugur dalam pertempuran daripada menyerah dalam kehinaan, sembari menegaskan bahwa nama-nama mereka akan diukir dalam sejarah kemuliaan bangsa.
Pesan keras ini muncul sebagai respons langsung atas klaim dari komandan agen pendudukan di Rafah timur, Ghassan al-Dahini, terkait pembunuhan salah satu anggota perlawanan. Selain itu, militer Israel juga mengeklaim telah menewaskan empat pejuang yang melakukan kontak senjata setelah keluar dari terowongan yang terkepung di wilayah Rafah, Jalur Gaza selatan. Ketegangan ini menunjukkan bahwa medan tempur di Rafah masih menjadi titik paling berdarah dalam dinamika perlawanan rakyat Palestina melawan pendudukan.
Di saat tragedi kemanusiaan terus menyelimuti Gaza, gelombang dukungan moral muncul dari kota suci Qom, Iran. Para tokoh agama, cendekiawan, dan aktivis dari berbagai penjuru berkumpul dalam “Forum Gaza” untuk menyuarakan penolakan keras terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Israel. Para peserta forum mengecam keras pembantaian terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa. Suara dari Qom ini menegaskan bahwa diamnya komunitas internasional atas genosida yang terjadi merupakan pelanggaran nyata terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal. Forum tersebut menyerukan dukungan global yang lebih kuat bagi rakyat Palestina yang tertindas sebagai bentuk tanggung jawab moral dunia terhadap keadilan.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Roya News



