Skip to main content

Dua pemimpin tertinggi militer Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi dan Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Amir Hatami, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel dalam pertemuan dengan personel Angkatan Udara pada Minggu, 8 Februari 2026. Mereka menegaskan bahwa Iran tidak memiliki ambisi untuk memulai perang di kawasan Asia Barat, namun memperingatkan bahwa jika musuh memicu konflik, dampaknya akan menghancurkan stabilitas wilayah tersebut selama bertahun-tahun. Menurut Mousavi, segala kehancuran dan hambatan pembangunan yang timbul nantinya akan sepenuhnya menjadi beban moral dan tanggung jawab para “penghasut perang”, yaitu Washington dan Tel Aviv.

Mayor Jenderal Mousavi menekankan bahwa Angkatan Udara Iran kini telah bertransformasi menjadi kekuatan mandiri berbasis teknologi lokal yang tidak lagi bergantung pada pihak asing. Ia merujuk pada pengalaman perang 12 hari yang terjadi pada Juni tahun lalu, di mana sistem pertahanan udara Iran diklaim mampu mematahkan serangan dari “aliansi iblis” meskipun ditekan oleh berbagai sanksi dan pengepungan ekonomi selama puluhan tahun. Bagi Mousavi, generasi Iran saat ini justru semakin kuat dan bertekad bulat karena telah berulang kali menyaksikan pengkhianatan serta ambisi Amerika Serikat untuk menguasai Iran.

Di sisi lain, Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Amir Hatami menyatakan bahwa militer Iran terus memantau setiap pergerakan musuh, termasuk kehadiran kapal-kapal perang Amerika Serikat di perairan kawasan yang kini kembali meningkat. Hatami menegaskan bahwa kehadiran kapal asing tersebut bukan hal baru bagi Iran sejak revolusi 47 tahun lalu, dan militer mereka telah memetik pelajaran berharga dari konflik singkat Juni lalu untuk meningkatkan kesiapan tempur. Ia berharap musuh tidak melakukan kesalahan kalkulasi lagi, karena Angkatan Udara siap memberikan respons yang jauh lebih tegas dan menghancurkan.

Pernyataan ini ditutup dengan penegasan bahwa rakyat dan angkatan bersenjata Iran memiliki kesatuan tekad untuk mempertahankan kedaulatan serta integritas wilayah mereka. Hatami menyatakan bahwa menjaga kemerdekaan negara adalah harga mati yang menuntut keteguhan hingga saat terakhir. Iran memosisikan diri sebagai kekuatan yang tenang namun mematikan, yang lebih memilih stabilitas regional tetapi tidak akan ragu untuk mengorbankan segalanya demi menghadapi setiap bentuk agresi atau campur tangan asing di tanah mereka.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV