Pemimpin gerakan Ansar Allah di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, mengeluarkan seruan kepada seluruh rakyat Yaman untuk menggelar demonstrasi besar-besaran “sejuta umat” pada hari Jumat, 6 Februari 2026. Aksi populer ini ditujukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap rakyat Palestina yang terus mengalami penindasan. Dalam pernyataan resminya pada Kamis malam, Abdul-Malik al-Houthi menegaskan bahwa unjuk rasa ini merupakan cerminan dari keteguhan sikap Yaman dalam bersolidaritas bersama Iran, Lebanon, dan seluruh negara Islam lainnya guna menghadapi kesombongan serta tirani Amerika Serikat dan entitas Zionis.
Abdul-Malik al-Houthi menekankan bahwa kehadiran massa dalam jumlah besar ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kesiapan dan kewaspadaan penuh untuk menghadapi putaran konfrontasi berikutnya melawan pendudukan Israel beserta para sekutu dan mitra mereka. Beliau menggarisbawahi bahwa arogansi pihak pendudukan saat ini tengah menargetkan seluruh kawasan dengan ambisi untuk memperbudak bangsa-bangsa Islam. Oleh karena itu, posisi Yaman dianggap sangat krusial dalam menjaga ketahanan nasional kawasan melalui dukungan terhadap poros perlawanan.
Seruan dari pemimpin Ansar Allah ini muncul di tengah ketegangan regional yang mencapai puncaknya akibat pelanggaran berkelanjutan oleh Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Sejak dimulainya ofensif tersebut, tercatat lebih dari 2.000 warga gugur dan luka-luka. Situasi serupa juga terjadi di Lebanon, di mana pasukan pendudukan masih terus melakukan pengeboman serta pembunuhan setiap harinya tanpa henti.
Kondisi kawasan semakin diperumit oleh tekanan internal dan eksternal yang dialami Iran belakangan ini, terutama menyusul ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melancarkan serangan terhadap Teheran. Melalui aksi sejuta umat ini, Yaman ingin mengirimkan pesan tegas bahwa mereka tidak akan membiarkan negara-negara garis depan perlawanan berjuang sendirian di tengah ancaman hegemoni global yang berupaya merusak kedaulatan wilayah Asia Barat.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



