Kelompok Global Resilience Flotilla (GSF) secara resmi mengumumkan rencana misi bantuan terbesar sepanjang sejarah mereka untuk memecahkan blokade Israel di Jalur Gaza, baik melalui jalur darat maupun laut. Misi ambisius ini dijadwalkan akan diluncurkan pada 29 Maret 2026, dengan melibatkan partisipasi sekitar 3.000 orang yang berasal dari lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis, 5 Februari 2026, tim penyelenggara menjelaskan bahwa kapal-kapal bantuan akan bertolak dari berbagai pelabuhan strategis, termasuk Barcelona di Spanyol, beberapa pelabuhan di Italia, serta lokasi lainnya di wilayah Mediterania. Selain mengumumkan jadwal keberangkatan, pihak GSF juga menyerukan kepada lebih banyak partisipan internasional untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ini guna memperkuat tekanan terhadap kebijakan blokade yang masih berlangsung.
Inisiatif ini muncul beberapa bulan setelah insiden pencegatan kapal bantuan oleh militer Israel pada Oktober tahun lalu. Saat itu, pihak pendudukan menangkap sekitar 500 aktivis dan pekerja kemanusiaan, termasuk tokoh lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg. Penangkapan tersebut sempat memicu reaksi keras di tingkat internasional serta gelombang demonstrasi besar di berbagai belahan dunia.
Forum Sosial Palestina mendeskripsikan inisiatif GSF sebagai sebuah upaya non-kekerasan yang terkoordinasi untuk menantang blokade ilegal Israel atas Gaza. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya nyata untuk melawan sikap bungkam beberapa pihak global dan berdiri dalam solidaritas penuh bersama rakyat Palestina. Guna memastikan keselamatan dan efektivitas aksi di lapangan, seluruh peserta akan menjalani pelatihan khusus dalam metode non-kekerasan serta teknik de-eskalasi situasi.
Menurut data penyelenggara, lebih dari seribu tenaga medis profesional, termasuk dokter dan perawat, telah mendaftarkan diri untuk memberikan bantuan medis langsung bagi warga Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat parah. Besarnya minat publik terlihat dari adanya lebih dari 30.000 aplikasi yang masuk sepanjang tahun lalu. Saat ini, panitia terus memperbarui seruan untuk pengajuan aplikasi baru serta dukungan pendanaan guna menjamin keberhasilan misi yang sangat krusial bagi ketahanan nasional rakyat Palestina tersebut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



