Juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ibrahim Rezaei, menegaskan posisi tawar negaranya menjelang putaran negosiasi mendatang dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa program rudal balistik dan hak pengayaan uranium merupakan “garis merah” yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun. Ibrahim Rezaei memperingatkan bahwa jika Washington tetap bersikeras pada kebijakan lama yang merugikan Iran, maka perundingan tersebut dipastikan akan menemui jalan buntu. Ia menekankan bahwa pihak lawan harus bertindak secara rasional dan logis, serta menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur selangkah pun atau membiarkan pihak Eropa melakukan intervensi dalam kedaulatan mereka.
Selaras dengan sikap politik tersebut, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, memberikan penegasan mengenai kesiapan militer saat meninjau fasilitas “kota rudal” milik Garda Revolusi. Beliau menyampaikan bahwa pengembangan rudal balistik dalam berbagai dimensi teknis telah berhasil memperkokoh ketahanan nasional Iran. Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menjelaskan bahwa militer berada dalam status siaga permanen untuk menangani setiap pergerakan musuh, sembari menegaskan kesiapan penuh pasukannya dalam menghadapi skenario agresi apa pun.
Ketegasan militer ini diperkuat oleh pernyataan juru bicara militer, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, yang mengumumkan penambahan 1.000 unit drone strategis ke dalam sistem kekuatan tempur empat pilar angkatan darat. Langkah ini disebutnya sebagai bukti nyata kesiapan total Iran untuk membela tanah air. Selain pesawat nirawak, Iran juga terus memutakhirkan dan melengkapi berbagai sistem pertahanan lainnya. Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia memberikan pilihan sulit kepada Presiden Amerika Serikat untuk memilih antara rekonsiliasi atau perang, mengingat angkatan bersenjata Iran telah siap menghadapi kedua opsi tersebut.
Mengenai potensi balasan terhadap agresi Amerika Serikat, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia memperingatkan bahwa jika perang pecah, cakupannya akan meluas ke seluruh wilayah kawasan dan menyasar seluruh pangkalan Amerika Serikat. Jangkauan serangan Iran diprediksi akan mencakup wilayah pendudukan hingga Teluk Persia dan Laut Oman. Beliau menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan militer Amerika berada dalam jangkauan tembak yang sangat mudah bagi pasukan Iran, yang secara otomatis meningkatkan kerentanan aset-aset Washington di Timur Tengah. Pesan ini disampaikan secara tegas sebagai pengingat berulang bagi musuh mengenai kesiapan mutlak Iran dalam menjaga kedaulatan negaranya.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



