Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Seyyed Abdolrahim Mousavi, menegaskan bahwa pengembangan rudal balistik telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh ketahanan nasional serta memperkuat posisi tawar Iran di hadapan ancaman asing. Saat meninjau fasilitas “kota rudal” milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), beliau menjelaskan bahwa penguasaan teknologi rudal dari berbagai aspek teknis telah memungkinkan Republik Islam Iran untuk membangun sistem pertahanan yang sulit ditembus.
Dalam kunjungan tersebut, Mayor Jenderal Seyyed Abdolrahim Mousavi mengungkapkan perubahan mendasar dalam kebijakan pertahanan Teheran. Beliau menyatakan bahwa pasca perang 12 hari, Iran telah menggeser doktrin militernya dari pola bertahan (defensif) menjadi menyerang (ofensif). Perubahan paradigma ini diwujudkan melalui adopsi strategi perang asimetris yang bertujuan untuk memberikan respons keras dan mematikan terhadap setiap pergerakan musuh. Beliau memastikan bahwa militer Iran saat ini dalam kesiagaan penuh dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan proaktif jika kedaulatan negara terancam.
Sementara itu, sebuah sumber militer memberikan klarifikasi terkait insiden pesawat nirawak (drone) milik IRGC yang beroperasi di wilayah selatan Iran pada Selasa, 3 Februari 2026. Laporan ini muncul untuk menanggapi klaim media Inggris yang menyebutkan adanya penargetan drone Iran di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Sumber yang berbicara kepada Kantor Berita Tasnim tersebut menegaskan bahwa pesawat nirawak jenis “Shahed 129” itu sebenarnya tengah menjalankan misi pengintaian dan pemotretan rutin di wilayah perairan internasional, sebuah prosedur yang normal dan sah menurut hukum laut.
Meski demikian, sumber tersebut mengakui adanya kendala teknis dalam misi tersebut. Walaupun unit Shahed 129 berhasil mengirimkan seluruh data citra hasil pantauannya ke pusat komando dengan sukses, komunikasi dengan pesawat tersebut terputus tak lama kemudian. Saat ini, otoritas terkait tengah menyelidiki penyebab gangguan komunikasi tersebut untuk memastikan apakah hal itu disebabkan oleh malfungsi sistem atau gangguan dari pihak luar. Penjelasan lebih rinci akan disampaikan kepada publik segera setelah hasil investigasi final keluar.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Pars Today



