Skip to main content

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar kota Kfar Tebnit dan Ain Qana di distrik Nabatieh, Lebanon selatan. Serangan ini menghancurkan rumah-rumah penduduk serta menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di lingkungan padat huni. Di Kfar Tebnit, seorang warga bernama Haj Muhammad Hamad melaporkan bahwa bangunan yang menjadi target serangan tersebut dihuni oleh 17 prajurit angkatan darat Lebanon, termasuk seorang perwira berpangkat Mayor. Warga menegaskan bahwa upaya intimidasi ini tidak akan berhasil mematahkan semangat perlawanan rakyat Lebanon.

Di Ain Qana, pesawat tempur Israel juga menghancurkan bangunan milik seorang pegawai negeri yang juga merupakan anggota pemerintah kota setempat. Pemilik bangunan tersebut mendesak kepemimpinan militer Lebanon agar tetap teguh dan tidak tunduk pada ancaman Israel. Selain serangan udara, pasukan Israel juga menembakkan artileri ke wilayah antara Al-Salhani dan Ramiya. Eskalasi ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran berkelanjutan, termasuk infiltrasi pasukan darat pada dini hari ke Aita al-Shaab untuk memasang bahan peledak dan menghancurkan dua rumah warga.

Pola serangan Israel di desa-desa Lebanon selatan kini sering kali diawali dengan peringatan evakuasi yang didasarkan pada dalih yang meragukan. Meskipun militer Lebanon telah mengambil inisiatif untuk melakukan pemeriksaan di lokasi-lokasi tersebut, militer Israel tetap mengabaikan prosedur resmi dan melancarkan serangan brutal. Contoh nyata dari terorisme ini terlihat di jalan raya Qalila-Sour, di mana serangan terhadap mobil sipil pada tengah hari mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Sepanjang hari Minggu, 1 Februari 2026, dua warga Lebanon dilaporkan gugur dan beberapa lainnya terluka di kota Doueir, Abba, dan Harouf akibat serangan langsung pesawat nirawak ke kendaraan pribadi. Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mengonfirmasi bahwa enam orang terluka dalam serangan terhadap sebuah mobil di Harouf. Sementara itu, serangan di kota Abba menewaskan satu warga dan melukai enam lainnya, termasuk tiga anak-anak di bawah umur, salah satunya adalah anak perempuan berusia enam tahun.

Kekerasan militer Israel juga dilaporkan terjadi di distrik Sidon, di mana seorang warga terluka akibat serangan drone di kota Qanarit. Di distrik Bint Jbeil, posisi baru militer Israel di Jabal al-Bat melepaskan tembakan senapan mesin ke arah pinggiran kota Aitaroun. Seluruh tindakan ini merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon dan kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 27 November 2024. Israel terus mendominasi ruang udara Lebanon dan menyerang wilayah selatan serta Lembah Bekaa tanpa adanya pencegahan internasional yang efektif.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Times of Israel