Skip to main content

Ali Bagheri, Deputi Sekretaris Urusan Kebijakan Luar Negeri pada Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, memberikan pernyataan tegas yang menutup pintu bagi spekulasi mengenai pemindahan material nuklir hasil pengayaan. Beliau menekankan bahwa para pejabat Iran sama sekali tidak memiliki niat untuk menyerahkan atau mentransfer bahan nuklir tersebut kepada entitas asing mana pun.

Ali Bagheri menyatakan bahwa agenda perundingan yang tengah berjalan pada dasarnya bukan mengenai masalah pemindahan material tersebut ke negara lain. Penegasan ini muncul di tengah dinamika diplomatik yang sedang diupayakan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan nuklir yang adil dan setara dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, laporan dari Axios yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa Washington saat ini menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi. Namun, di saat yang bersamaan, Iran terus meningkatkan kesiapan militernya secara signifikan guna menangkal setiap potensi agresi yang mungkin terjadi.

Kabar mengenai kemungkinan kemajuan dialog antara Washington dan Teheran ini memicu reaksi keras di pihak Israel. Saluran televisi Channel 12 Israel menyebut bahwa negosiasi yang sedang berlangsung merupakan “tamparan keras” bagi Israel, khususnya bagi Benjamin Netanyahu. Selain itu, situs ekonomi Israel, Calcalist, mengungkapkan fakta mengenai besarnya kerugian finansial yang harus ditanggung Israel. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa respons militer Iran terhadap Tel Aviv pada Juni lalu saja telah menelan biaya lebih dari tiga miliar dolar AS bagi Israel. Diperkirakan, jika konfrontasi langsung benar-benar meletus antara Amerika Serikat dan Iran, kerugian yang akan diderita Israel akan jauh lebih besar dan menghancurkan.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: IRNA