Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan bahwa lebih dari 230 jurnalis telah tewas di Jalur Gaza sejak eskalasi konflik dimulai. Dalam sebuah pernyataan melalui media sosial X pada hari Senin, 26 Januari 2026, Philippe Lazzarini menekankan bahwa wilayah kantong tersebut kini telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, tidak hanya bagi para jurnalis tetapi juga bagi para pekerja kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa tindakan menghalangi jurnalis internasional untuk memasuki Gaza secara langsung berkontribusi pada meningkatnya kampanye disinformasi serta penyebaran narasi ekstremis, yang pada akhirnya merusak segala upaya untuk menyampaikan kebenaran mengenai situasi kemanusiaan yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Philippe Lazzarini menekankan pentingnya menjamin kebebasan akses media dan melindungi keselamatan para jurnalis sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional. Ia menambahkan bahwa penargetan yang terus berlanjut terhadap awak media dan personel bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang harus segera dihentikan. Oleh karena itu, ia menyerukan pemberian perlindungan yang diperlukan bagi mereka serta menuntut agar media diberikan kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas jurnalistik mereka tanpa adanya pembatasan atau intimidasi dari pihak manapun.
Pernyataan dari pimpinan UNRWA ini muncul di tengah laporan mengenai upaya sistematis pihak pendudukan yang terus menargetkan jurnalis di sektor tersebut. Tindakan tersebut dinilai sebagai upaya untuk menyembunyikan gambaran nyata dari genosida yang tengah berlangsung, yang terjadi secara paralel dengan berbagai pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata. Penutupan akses bagi pers internasional dan risiko tinggi yang dihadapi jurnalis lokal di Gaza menciptakan hambatan besar dalam mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia serta krisis kelaparan dan kesehatan yang menimpa warga sipil di wilayah pendudukan tersebut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Al Jazeera



