Pesawat tempur Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Dataran Tinggi Rihan dan Lembah Barghaz di Lebanon selatan yang disertai dengan penerbangan intensif pada ketinggian rendah. Sumber berita di Lebanon selatan melaporkan bahwa pada Minggu, 25 Januari 2026 malam, serangan udara tersebut menyasar titik-titik di Dataran Tinggi Al-Rayhan, wilayah Al-Jabour yang merupakan bagian dari perbukitan tersebut, serta Wadi Barghaz. Sejak pagi hari, militer Israel telah melakukan rangkaian serangan di wilayah selatan dan Lembah Bekaa yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak warga sipil. Rentetan serangan ini dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon serta melanggar Resolusi PBB 1701 dan deklarasi penghentian permusuhan, mengingat target serangan mencakup wilayah selatan, Lembah Bekaa, hingga pinggiran selatan Beirut.
Seorang warga Lebanon dilaporkan tewas dan lima lainnya terluka pada hari Minggu akibat serangan udara Israel yang menargetkan area di antara kota Khirbet Selm dan Kfardounin di distrik Bint Jbeil, Kegubernuran Nabatieh. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, seorang warga lainnya tewas dalam serangan drone yang menyasar sebuah mobil di jalan antara Barish dan Maaroub di distrik Tyre. Dalam konteks serangan yang terus berlanjut ini, pesawat militer Israel juga meluncurkan dua serangan yang menargetkan pinggiran kota Al-Shaara dan Nabi Sheet, serta dataran tinggi di kota Janta yang terletak di Lembah Bekaa, Lebanon timur. Sebelumnya, tentara Israel juga melepaskan tembakan ke arah pinggiran kota Markaba dan Houla di distrik Marjeyoun.
Media Lebanon melaporkan insiden jatuhnya sebuah drone Israel di kota perbatasan Kfarkela, sementara drone lainnya menjatuhkan bom suara di kota Dhahira di distrik Tyre. Di tengah gempuran tentara Israel yang terus berlanjut di wilayah selatan dan Bekaa, jumlah korban syahid dan luka-luka terus bertambah. Kondisi ini memicu keprihatinan di kalangan penduduk Lebanon selatan mengenai peran negara dalam memberikan perlindungan dan dukungan, terutama di tengah apa yang mereka anggap sebagai kelambanan resmi pemerintah dalam menghadapi agresi tersebut. Situasi di Lebanon selatan saat ini menunjukkan gambaran nyata di mana wilayah tersebut dibiarkan menghadapi serangan Israel secara terus-menerus, sementara di sisi lain muncul wacana politik yang berupaya mendorong pelucutan senjata perlawanan tanpa adanya jaminan keamanan yang memadai bagi warga.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Al Jazeera


