Skip to main content

Wakil Presiden sekaligus Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Mohammad Eslami menekankan urgensi bagi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mendefinisikan posisinya secara jelas terkait serangan militer yang menargetkan fasilitas nuklir Iran. Dalam pernyataan kepada jurnalis di sela-sela upacara peresmian pencapaian terbaru National Center for Laser, Photonics and Quantum Science and Technology di Tehran International Exhibition pada Kamis, 22 Januari 2026, Mohammad Eslami mengungkapkan bahwa Teheran telah mengirimkan surat resmi kepada Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. Surat tersebut menuntut kejelasan posisi agensi atas serangan yang terjadi selama Perang 12 Hari, mengingat hingga saat ini belum ada mekanisme atau instruksi resmi yang disetujui secara internasional mengenai prosedur inspeksi pada situs nuklir yang telah menjadi sasaran agresi militer.

Mohammad Eslami menjelaskan bahwa setiap serangan militer terhadap fasilitas nuklir membawa risiko lingkungan yang sangat serius sehingga diperlukan definisi, mekanisme, dan instruksi khusus yang mengatur cara mengakses serta menginspeksi situs-situs tersebut. Ia mengingatkan bahwa Iran telah mengajukan proposal dalam Konferensi Umum IAEA untuk melarang penargetan fasilitas nuklir, namun usulan tersebut belum dibahas. Mohammad Eslami menegaskan bahwa Rafael Grossi harus menjelaskan mekanisme inspeksi dan kondisi tertentu di lokasi yang terdampak, sembari mengonfirmasi bahwa saat ini sudah tidak ada lagi inspektur IAEA yang berada di wilayah Iran karena inspeksi sebelumnya hanya terbatas pada situs-situs yang tidak mengalami kerusakan.

Mengenai kemajuan teknologi masa depan, Mohammad Eslami menyatakan bahwa bidang laser, fotonik, dan mekanika kuantum memiliki dampak langsung pada kehidupan warga serta sektor industri. AEOI terus berupaya mengembangkan bidang-bidang ini dan telah menandatangani dua nota kesepahaman baru untuk memperkuat hubungan antara penelitian ilmiah dengan aplikasi praktis di industri. Terkait kerja sama internasional dengan Rusia, Mohammad Eslami mengonfirmasi bahwa hubungan bilateral berada dalam kondisi terbaik dengan berlanjutnya pembangunan unit kedua dan ketiga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Ia melaporkan bahwa cincin ketiga reaktor telah terpasang dan pembangunan fisik gedung pembangkit telah mencapai separuh tinggi target dengan partisipasi aktif perusahaan-perusahaan Iran, serta berencana menandatangani nota kesepahaman pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil dalam dua bulan ke depan.

Di sisi lain, Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami menegaskan bahwa persatuan antara angkatan bersenjata merupakan jaminan bagi keamanan nasional dan stabilitas regional. Dalam kunjungan ke Markas Besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk memperingati hari jadi organisasi tersebut, Amir Hatami menyebut IRGC sebagai keturunan yang diberkati dari Revolusi Islam yang telah berhasil menjaga kedaulatan negara melalui semangat kebebasan dan martabat. Ia mendeskripsikan tindakan musuh sebagai perang hibrida dan komprehensif yang menyerang secara militer, media, maupun ekonomi guna menargetkan kemerdekaan bangsa Iran. Amir Hatami menekankan bahwa sinergi suci antara Angkatan Darat dan Garda Revolusi yang didukung oleh rakyat yang waspada telah menggagalkan konspirasi musuh dan memastikan bahwa tidak akan ada agresi yang dibiarkan menyentuh perairan, daratan, maupun sistem ilahi Iran.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: TRT World