Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa, 20 Januari 2026 mengecam tindakan ilegal Argentina yang melontarkan tuduhan palsu terhadap bagian dari Korps Garda Revolusi Islam dan menganggapnya sebagai tindakan yang menargetkan keamanan serta kepentingan nasional Teheran. Kementerian tersebut menegaskan bahwa keputusan yang melanggar norma dan hukum internasional tersebut diambil oleh pemerintah Argentina karena dipengaruhi oleh saran serta tekanan dari entitas Zionis pendudukan yang melakukan genosida. Iran menilai bahwa keputusan ini tidak hanya memberikan pukulan serius terhadap hubungan bilateral antara Argentina dan Iran, tetapi juga menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional, sembari menambahkan bahwa pemerintah Argentina memikul tanggung jawab atas konsekuensi hukum dan politik yang ditimbulkan.
Pihak kementerian menyatakan bahwa desakan terus-menerus dari beberapa lingkaran yang terkait dengan entitas Zionis di Argentina dalam mengarahkan tuduhan kepada Iran terkait insiden pengeboman mencurigakan di pusat komunitas Yahudi di Argentina pada tahun 1994, serta terungkapnya pola korupsi dan pengaruh yang jelas dalam berkas yudisial, hingga pembunuhan para hakim yang bersangkutan selama tiga dekade terakhir yang menyebabkan kegagalan dalam mencapai hasil investigasi, semuanya menunjukkan adanya kehendak politik-keamanan di Argentina yang bertujuan untuk memutarbalikkan fakta dan menutupi kebenaran dalam berkas ini. Kementerian luar negeri menambahkan bahwa hal tersebut juga mengindikasikan upaya pencegahan terungkapnya kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi, bahkan dengan mengorbankan independensi dan efisiensi sistem peradilan Argentina.
Kementerian luar negeri menggambarkan kampanye yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan entitas Zionis tersebut sebagai tindakan yang hina, serta menegaskan bahwa upaya untuk mendorong negara-negara menetapkan angkatan bersenjata Iran sebagai organisasi teroris tidak akan berdampak pada tekad para penjaga tanah air untuk membela Iran dan menjaga keamanan nasionalnya. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Korps Garda Revolusi Islam memperoleh legitimasi dari konstitusi dan kehendak rakyat Iran, serta akan terus menjalankan tugasnya dalam melindungi kemerdekaan negara, integritas wilayah, dan keamanan nasional dengan kekuatan penuh serta martabat.
Perlu dicatat bahwa Presiden Argentina Javier Milei mengeluarkan dekrit dua hari lalu yang menyatakan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran dan tiga belas individu yang terkait dengannya sebagai organisasi dan individu teroris serta memberlakukan larangan terhadap mereka. Dekret Javier Milei tersebut juga mengklaim bahwa pada tahun 1990-an negara itu menjadi korban operasi yang dilakukan oleh pasukan ini, termasuk serangan terhadap kedutaan Israel di Buenos Aires pada tahun 1992 dan serangan terhadap pusat Yahudi AMIA pada tahun 1994.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Times of Israel


