Skip to main content

Pengumuman dari kelompok peretas “Hanzala” mengenai peretasan ponsel pejabat senior di kantor Perdana Menteri Israel telah memicu kebingungan nyata di Tel Aviv. Kantor Benjamin Netanyahu segera membantah klaim tersebut, sementara sumber keamanan di entitas itu mengungkapkan bahwa investigasi dan pengawasan ketat telah dibuka karena kekhawatiran akan kebocoran informasi sensitif yang memengaruhi keamanan nasional.

Dalam sebuah pernyataan yang menantang, kelompok Hanzala menyatakan bahwa entitas Zionis selalu terburu-buru membantah setiap kali kebenaran tidak lagi bisa disangkal. Mereka menyebut bahwa infiltrasi terhadap Tzachi Braverman—sosok yang dikenal sebagai penjaga gerbang dan pemegang rahasia Benjamin Netanyahu—adalah fakta yang coba ditutupi dengan kebohongan oleh pihak Israel.

Kelompok Hanzala melontarkan pertanyaan terbuka kepada publik: “Haruskah kami memublikasikan 110 halaman kontak telepon Tzachi Braverman sejak awal? Dan apakah ini bukti yang cukup atas kredibilitas peretasan tersebut?”

Kelompok tersebut menambahkan bahwa mungkin sudah waktunya bagi publik untuk melihat sendiri kedalaman pelanggaran ini, di mana nama, nomor, hubungan, hingga rahasia kini telah terekspos dengan jelas. Mereka mendesak agar bantahan dan pernyataan fabrikasi segera diakhiri. “Ini bukan ancaman… ini adalah penawaran,” tutup pernyataan kelompok tersebut.

Di sisi lain, kantor Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa ponsel milik Tzachi Braverman tidak diretas dan tidak ada pelanggaran yang terdeteksi. Meskipun demikian, sumber-sumber keamanan mengungkapkan bahwa otoritas terkait tengah memantau situasi secara saksama. Mereka sangat mengkhawatirkan bocornya informasi yang dapat memengaruhi keamanan nasional, terutama mengingat langkah-langkah diplomatik dan politik sensitif yang dipimpin Benjamin Netanyahu baru-baru ini.

Pengumuman ini merupakan perkembangan terbaru dari serangkaian serangan siber yang menargetkan tokoh-tokoh berpangkat tinggi di entitas tersebut di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Press TV