Skip to main content

Dalam rangka merespons agresi Israel dan membela Lebanon serta rakyatnya, Perlawanan Islam melaksanakan 28 operasi militer pada Sabtu, 9 November 2024. Mayoritas operasi tersebut menargetkan permukiman, posisi militer, barak, dan konsentrasi pasukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon–Palestina, menggunakan drone serang, rudal, dan tembakan artileri.

Di sektor darat, para pejuang Perlawanan Islam menargetkan konsentrasi pasukan Israel di selatan kota Maroun al-Ras melalui dua salvo roket terpisah. Angkatan udara Perlawanan juga melancarkan serangan dengan satu skuadron drone serang terhadap konsentrasi pasukan musuh di timur kota tersebut, menghantam sasaran secara akurat. Selain itu, dua konsentrasi pasukan Israel lainnya diserang dengan salvo roket berkualitas tinggi di lokasi al-Abbad di perbatasan Lebanon–Palestina serta di Khirbet al-Manara, yang terletak di antara permukiman al-Manara dan pos perbatasan al-Abbad.

Unit rudal Perlawanan menembakkan salvo ke sejumlah pangkalan militer, permukiman, dan kota di Palestina yang diduduki di wilayah utara, termasuk pangkalan industri militer Zovulon di utara Haifa yang diduduki, posisi artileri di Hagoshrim di Galilea Panhandle yang digunakan untuk menyerang desa-desa Lebanon selatan dengan amunisi curah, pangkalan komando operasi udara Meron, kawasan Krayot di utara Haifa, serta permukiman Hatzor HaGalilit, Rosh Pina, Nahariya, Ma’alot-Tarshiha, dan Katzrin, juga kota Safed yang diduduki.

Sebagai bagian dari Operasi Khaibar, unit rudal Perlawanan menargetkan Pangkalan Teknis Haifa milik Angkatan Udara Israel di kota Haifa yang diduduki dengan tembakan rudal presisi berkualitas tinggi. Dalam konteks yang sama, angkatan udara Perlawanan melancarkan serangan drone terhadap Pangkalan Ain Khuzlut, sebuah pangkalan komunikasi militer yang berjarak sekitar 55 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina di selatan Danau Tiberias, dan mengenai sasaran secara tepat.

Unit pertahanan udara Perlawanan berhasil menjatuhkan drone pengintai Israel tipe Hermes 450 dengan rudal permukaan-ke-udara di atas kota Deir Siryan, sebelum pesawat tempur Israel menyerang lokasi jatuhnya drone tersebut.

Media militer Perlawanan Islam juga merilis pesan dari para pejuang kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah, Yang Mulia Sheikh Naim Qassem, yang menyatakan pembaruan baiat dan peneguhan komitmen untuk tetap berada di jalan Sayyid Hassan Nasrallah. Selain itu, dipublikasikan pula video berjudul “Medan Ada di Antara Kami dan Kalian”, yang menegaskan bahwa empat puluh hari setelah Israel mengumumkan dimulainya apa yang mereka sebut sebagai “manuver darat di Lebanon selatan”, pasukan Israel masih tertahan di pinggiran desa-desa perbatasan selatan akibat keberanian dan keteguhan para pejuang Perlawanan.

Sebaliknya, koresponden militer Israel mengakui bahwa Hizbullah meluncurkan rudal langsung dari garis perbatasan, termasuk dari lokasi yang sebelumnya dianggap “bersih”. Mereka menegaskan bahwa aktivitas darat tentara Israel di Lebanon selatan gagal menghentikan serangan, serta mengindikasikan—menurut pejabat keamanan—bahwa solusi tidak dapat dicapai melalui jalur militer, melainkan politik.

Pada hari itu, sirene peringatan berbunyi 20 kali di berbagai wilayah Palestina yang diduduki, terutama di permukiman Galilea Hulu dan sepanjang garis pantai dari Rosh Hanikra di utara hingga kawasan Haifa yang diduduki di selatan.

Sumber berita: Al-Manar

Sumber gambar: Sputnik