Pasukan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memulai latihan militer besar di Teluk Persia dengan pengawasan intelijen penuh. Manuver yang diberi nama Haj Mohammad Nazeri ini digelar untuk menghormati sang syuhada dan mencerminkan semangat pengorbanan serta keteguhan para pelaut IRGC dalam menghadapi berbagai ancaman.
Selama latihan, satuan laut IRGC mengeluarkan peringatan tegas kepada kapal-kapal Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut, menyampaikan pesan jelas mengenai kemampuan Iran melindungi perairan teritorialnya. Sistem pertahanan udara canggih seperti Nawab, Majid, dan Misagh juga dikerahkan dalam lingkungan peperangan elektronik.
Sistem-sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk mengenali target udara dan laut dalam waktu singkat, sebelum mengarahkan serangan dengan tingkat presisi tinggi. Latihan ini bertujuan menunjukkan kekuatan tempur Angkatan Laut IRGC, khususnya dalam menampilkan kemampuan sistem pertahanan dan ofensif terbaru di bidang rudal dan drone, serta kemampuan pemantauan dan pelacakan berbasis kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sasaran udara maupun laut secara cepat dan akurat.
Manuver tersebut menegaskan hubungan antara pengorbanan para syuhada dan kemampuan pertahanan Iran saat ini, sekaligus membawa pesan perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara tetangga. Namun pada saat yang sama, latihan ini juga memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang memusuhi Iran agar tidak melakukan pelanggaran atau tindakan agresif, menegaskan bahwa jalur perlawanan dan kemampuan pertahanan Iran tetap berjalan dengan penuh kekuatan.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Newsweek



