Pada Minggu, 30 November 2025, media Palestina melaporkan bahwa empat relawan asing terluka dalam serangan para pemukim di komunitas Ein al-Duyuk, Yerikho. Sumber keamanan dan medis mengatakan kepada WAFA bahwa sekitar sepuluh pemukim bertopeng menerobos rumah tempat para relawan menginap sebelum fajar, memukuli mereka dengan keras, serta mencuri paspor dan ponsel mereka. Tiga dari korban merupakan warga negara Italia, sedangkan satu lainnya berkewarganegaraan Kanada.
Masih pada hari yang sama, pemukim membajak lahan milik warga di Sinjil, timur laut Ramallah. Aktivis setempat, Muhammad Ghafri, mengatakan bahwa sebuah traktor dibawa masuk ke dataran Al-Ma’arshiyah dalam upaya untuk mengambil alih area tersebut. Sejumlah lahan pertanian di Al-Farsiya, Lembah Yordan utara, juga dirusak pada malam sebelumnya, termasuk jaringan air untuk irigasi puluhan dunam.
Di Yasuf, timur Salfit, para pemukim merusak empat kendaraan milik warga.
Sementara itu, pasukan pendudukan Israel melancarkan penangkapan di beberapa wilayah Tepi Barat. Mereka menangkap seorang pemuda dari Kota Tua Nablus, tiga mantan tahanan dari Sa’ir di timur laut Hebron, serta tiga warga dari Deir Abu Mash’al dan Kafr Ni’ma di Ramallah.
Sehari sebelumnya, Sabtu, 29 November 2025, pasukan pendudukan Israel menarik diri dari Tubas di Tepi Barat utara, setelah operasi militer selama empat hari yang disertai penggerebekan keras, bentrokan intens, penggunaan kekuatan berlebihan terhadap tim medis, serta penangkapan di antara penduduk.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: The New Region



