Kementerian Luar Negeri Iran mengecam dalam sebuah pernyataan kejahatan teroris yang dilakukan oleh entitas Zionis yang menargetkan wilayah pemukiman di Beirut dan melakukan pembunuhan terhadap pemimpin besar perlawanan, Haitham Ali Tabatabai.
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dengan keras mengecam serangan yang dilakukan jet tempur entitas Zionis pada Minggu, 23 November 2025, terhadap area pemukiman di pinggiran Beirut, serta pembunuhan terhadap pemimpin penting Perlawanan Islam di Lebanon, syahid Haitham Ali Tabatabai. Pernyataan itu menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata November 2024 serta agresi brutal terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Serangan itu menyebabkan gugurnya serta terluka-nya puluhan warga sipil Lebanon, termasuk perempuan dan anak-anak. Kementerian menegaskan bahwa para pemimpin entitas tersebut harus dituntut atas tindak terorisme dan kejahatan perang ini.
Kementerian menyampaikan rasa hormat kepada kedudukan tinggi syahid Haitham Ali Tabatabai, yang menghabiskan hidupnya dalam membela Lebanon dan perlawanan terhadap musuh Zionis, serta menyampaikan belasungkawa kepada pimpinan dan para pejuang Hizbullah Lebanon, serta kepada keluarga para syuhada. Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan bahwa dukungan Amerika Serikat terhadap entitas Zionis merupakan faktor utama yang memungkinkan agresi dan pelanggaran berulang, serta menyoroti tanggung jawab negara-negara penjamin gencatan senjata.
Kementerian juga mengingatkan sejumlah pelanggaran gencatan senjata sebelumnya oleh entitas Zionis, dan menyebut diamnya Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan terhadap pelanggaran serta kejahatan yang terus berlangsung sebagai hal yang disesalkan dan tidak dapat dibenarkan. Kementerian menyerukan tindakan tegas komunitas internasional terhadap terorisme terorganisir dan provokasi perang oleh entitas Zionis terhadap Lebanon dan negara-negara kawasan. Kementerian menegaskan bahwa petualangan militer entitas ini di kawasan Asia Barat merupakan ancaman terbesar bagi stabilitas regional dan perdamaian internasional, sehingga menghadapi ancaman tersebut merupakan tanggung jawab global.
Hizbullah pada gilirannya mengumumkan secara resmi kepada para pejuang perlawanan dan rakyat Lebanon gugurnya komandan jihad senior, syahid Haitham Ali Tabatabai (Sayyid Abu Ali), yang gugur dalam pembelaan terhadap Lebanon akibat serangan udara Israel di wilayah Haret Hreik, selatan Beirut.
Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan: “Komandan besar ini telah bergabung dengan saudara-saudara syahidnya setelah penantian panjang untuk berjumpa dengan Allah Yang Maha Tinggi, setelah kehidupan yang diisi dengan jihad, ketulusan, pengabdian, dan keteguhan dalam jalan perlawanan hingga detik terakhir kehidupannya. Ia tidak pernah mengenal lelah atau jenuh dalam perjuangan membela tanah air dan rakyatnya, dan ia telah mendedikasikan hidupnya untuk perlawanan sejak awal pendiriannya. Ia termasuk salah satu pemimpin yang meletakkan dasar bagi perlawanan agar tetap kuat, bermartabat, dan mampu mempertahankan negara serta mencapai kemenangan.”
Pernyataan itu melanjutkan: “Allah telah memberinya kehormatan tertinggi berupa kesyahidan, dan kesyahidan agung ini akan menanamkan harapan, keteguhan, dan kekuatan dalam diri para mujahidin untuk melanjutkan jalan perjuangan. Para mujahidin akan membawa darah sucinya sebagaimana mereka membawa darah seluruh pemimpin syahid, dan akan terus maju dengan keberanian hingga menggagalkan semua proyek musuh Zionis dan pendukungnya, Amerika.”
Hizbullah menyampaikan belasungkawa serta penghormatan kepada Imam Zaman (semoga Allah mempercepat kemunculannya), kepada para pejuang perlawanan, serta kepada publik Lebanon yang sabar dan teguh, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga syahid dan semua keluarga korban serangan tersebut.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Lebanon menulis melalui akun resminya di platform X bahwa serangan pengecut Israel tidak akan melemahkan keteguhan mereka yang membela kebenaran dan tidak akan mengurangi tekad mereka dalam menghadapi ketidakadilan. Kedutaan menegaskan bahwa entitas Zionis tidak segan mengancam warga sipil Lebanon.
Sumber-sumber berita melaporkan bahwa pada Minggu, 23 November 2025, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah pinggiran Beirut, sementara militer Israel menyatakan telah berhasil menargetkan dan membunuh salah satu pemimpin penting Hizbullah.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Haitham Ali Tabatabai. Dalam unggahan di platform X yang bertepatan dengan malam peringatan syahidnya Sayyidah Fatimah az-Zahra, ia menulis bahwa Tabatabai dan sejumlah rekannya telah mencapai keinginan mulia mereka yaitu syahadah, sembari memperingatkan bahwa tindakan Netanyahu akan terus membawa kawasan menuju konfrontasi terbuka.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: WION



