Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat kecuali dalam kerangka isu nuklir semata.
Dalam keterangannya kepada wartawan di sela rapat kabinet pada Rabu 5 November 2025, Araqchi menuturkan bahwa posisi Teheran sudah lama tegas dan tidak berubah. “Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika kecuali dalam konteks berkas nuklir. Topik rudal dan kebijakan regional tidak akan menjadi bagian dari pembicaraan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi pertanyaan tentang apakah pihak Amerika telah mengajukan pembahasan soal rudal balistik Iran. Menurutnya, isu rudal dan kebijakan regional “selalu diangkat oleh pihak mereka, tetapi posisi kami tetap jelas: pembicaraan hanya terbatas pada isu nuklir.”
Araqchi juga menjelaskan bahwa dialog antara Iran dan Kesultanan Oman berlangsung rutin setiap enam bulan, bergantian antara Teheran dan Muscat. Ia turut memastikan bahwa warga negara Iran, Negarawan Esfandiari, yang sebelumnya diberitakan bermasalah di Prancis, “tidak ditahan, kini berada dengan aman di Kedutaan Besar Iran di Paris, dan akan kembali ke tanah air setelah menyelesaikan proses hukum yang diperlukan.”
Mengenai pembebasan dua warga Prancis di Iran, Araqchi menegaskan bahwa keduanya telah divonis bersalah atas tuduhan spionase, namun dibebaskan melalui pengampunan atas dasar “belas kasih Islam.”
Pada hari yang sama, sebanyak 76 anggota Majelis Permusyawaratan Islam (parlemen Iran) menyerukan agar pemerintah mengajukan gugatan resmi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mantan Presiden AS Donald Trump, dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.
Seruan itu disampaikan dalam sidang pleno parlemen melalui nota tertulis dari Behrouz Moheb Najmabadi, anggota parlemen dari Sabzevar, bersama 75 legislator lainnya. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Kehakiman Amin Hossein Rahimi, berisi desakan agar Iran mengajukan tuntutan resmi terhadap ketiganya di lembaga internasional atas tindakan yang dianggap merugikan kepentingan nasional Iran.
Dalam perkembangan lain, anggota parlemen Mojtaba Zarei menulis di platform X menanggapi kemenangan Zahran Mamdani dalam pemilihan wali kota New York. Ia menyebut kemenangan itu sebagai “langkah simbolis menuju penangkapan mitra kriminal Trump, Benjamin Netanyahu.” Zarei menulis, “Dengan Zahran Mamdani menjabat sebagai wali kota New York, dunia selangkah lebih dekat untuk menangkap mitra kriminal Trump, Netanyahu. Hidup Zahran Mamdani, dan mati untuk Netanyahu.”
Di tingkat eksekutif, Presiden Masoud Pezeshkian melakukan percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional terkini.
Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran “selalu menyambut dialog dan interaksi, tetapi pihak lain harus menghormati hak-hak Republik Islam dan menahan diri dari tuntutan berlebihan jika ingin membangun kepercayaan.” Ia menekankan bahwa bukan Iran yang harus membuktikan ketulusan niatnya, melainkan Amerika Serikat dan Eropa yang harus menunjukkan kesungguhan mereka untuk memperoleh kepercayaan Teheran.
Menanggapi pernyataan Macron mengenai kemungkinan pembicaraan baru dengan Washington, Pezeshkian mengingatkan bahwa Iran telah berulang kali menegaskan, berdasarkan fatwa Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, bahwa negaranya tidak berupaya memiliki senjata nuklir. Namun, katanya, “tekanan dan sanksi terus meningkat karena tuduhan palsu terkait upaya pengembangan senjata.”
Macron menyampaikan apresiasi atas langkah Iran dalam menghapus hambatan dan melaksanakan kesepakatan yang telah dicapai, serta menyatakan niatnya untuk membentuk “kerangka negosiasi baru” antara Iran dan negara-negara Barat yang menghasilkan “hasil yang jelas dan efektif.”
Pezeshkian menutup percakapan itu dengan menegaskan bahwa Iran selalu terbuka untuk dialog, tetapi tanggung jawab membangun kepercayaan berada di pihak Amerika Serikat dan Eropa. “Hanya dengan kejujuran dan penghormatan terhadap hak-hak kami, kerja sama yang nyata dan berkelanjutan dapat terwujud,” ujarnya.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: IRNA



