Pasukan pendudukan Israel (IOF) kembali meningkatkan pelanggaran gencatan senjata pada Selasa, 4 November 2025, dengan melancarkan serangan udara dan darat di wilayah timur Jalur Gaza serta meledakkan sisa-sisa rumah warga sipil.
Menurut laporan koresponden Palestinian Information Center di Gaza, jet tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara pada dini hari di timur Khan Yunis, menyusul pemboman berat yang mengguncang wilayah yang sama tak lama setelah tengah malam. Pada saat bersamaan, unit artileri IOF menembaki lingkungan timur Shuja’iya dan al-Tuffah di Kota Gaza.
Saksi mata melaporkan ledakan keras akibat penghancuran sistematis bangunan di bagian timur Khan Yunis dan Gaza City.
Serangan ini terjadi sehari sebelumnya, pada Senin, 3 November 2025, ketika tiga warga sipil dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel di utara Rafah, menurut sumber medis di Rumah Sakit Nasser. Seorang warga lainnya terluka akibat serangan drone di kota Bani Suheila, sementara dua warga Gaza lainnya terluka ketika mencoba memeriksa rumah keluarga mereka di timur Kota Gaza.
Dalam insiden terpisah, angkatan laut Israel menahan lima nelayan Palestina pada Selasa pagi. Kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah perahu nelayan di lepas pantai Gaza sebelum mengepung salah satu kapal dan menangkap seluruh awaknya. Para nelayan yang ditahan diidentifikasi sebagai Mohammad Rashad Al-Hissi, Alaa Rajab Al-Hissi, Mohammad Ahmad Tulbah, Mahmoud Rashad Al-Hissi, dan Ahmad Rashad Al-Hissi.
Menurut sumber lokal, penangkapan ini merupakan bagian dari kampanye rutin Israel yang menargetkan nelayan di zona penangkapan terbatas, sering kali dengan menyita peralatan dan menahan mereka sebagai bentuk hukuman kolektif terhadap penduduk Gaza.
Di waktu yang hampir bersamaan, pasukan Israel juga melancarkan operasi penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat pada malam hingga dini hari. Tentara menyerbu permukiman, menggeledah rumah warga, dan menculik beberapa warga Palestina.
Kampanye penangkapan tersebut menargetkan wilayah Nablus, Tulkarem, dan Qalqilya. Sumber setempat melaporkan delapan pemuda ditangkap dalam penggerebekan di Kota Nablus, Beit Furik, dan kamp pengungsi Balata—lima di antaranya dari Beit Furik.
Di Tulkarem, seorang pemuda ditangkap dari rumahnya, sementara di Qalqilya tentara Israel juga melakukan penangkapan, meski jumlah pasti korban belum diketahui.
Selama operasi berlangsung, pasukan Israel juga dilaporkan menyerbu beberapa wilayah lain di Tepi Barat, memicu bentrokan dengan warga muda yang mencoba menghadang invasi tersebut.
Sumber berita: Al-Manar
Sumber gambar: Press TV



