Skip to main content

Dua bersaudara gugur dalam serangan drone Israel yang menargetkan kota Al-Bayyadh di distrik Tyre, Lebanon Selatan, menurut laporan koresponden Al Mayadeen. Kedua syuhada itu diidentifikasi sebagai Hassan Suleiman dan Hussein Suleiman.

Sebelumnya, koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa sebuah drone Israel menjatuhkan bom suara di wilayah Kroum al-Marah, kota Mais al-Jabal, yang menyebabkan kepanikan di kalangan warga.

Sumber yang sama juga melaporkan bahwa kendaraan militer Israel melakukan pekerjaan rekayasa dan perataan tanah di wilayah Wadi Hunin, yang terletak di antara kota Maraka dan Adaisseh di Lebanon Selatan — tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon.

Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi berkelanjutan Israel terhadap desa-desa dan kota-kota di Lebanon Selatan, menyusul serangan drone pada Minggu sebelumnya yang menargetkan wilayah selatan dan timur Lebanon serta menewaskan empat warga sipil Lebanon dan melukai dua lainnya.

Rangkaian agresi berkelanjutan terhadap kedaulatan Lebanon ini melanggar secara terang-terangan Resolusi PBB 1701 dan pernyataan penghentian permusuhan tertanggal 27 November 2024, dengan wilayah yang terdampak meliputi Lebanon Selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengonfirmasi bahwa seorang warga sipil tewas akibat serangan drone Israel yang menargetkan sebuah mobil di kota pesisir Naqoura pada Minggu, 27 Oktober 2025.

Secara bersamaan, koresponden Al Mayadeen melaporkan serangan drone kedua yang menargetkan sebuah kendaraan di jalan Nabi Sheet di wilayah Bekaa Timur, sementara Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan tersebut juga menewaskan satu warga sipil lainnya.

Di Aitaroun, kementerian melaporkan bahwa seorang pria terluka akibat ledakan sisa bahan peledak Israel yang belum meledak, menyusul insiden sebelumnya di Blida, di mana drone Israel menjatuhkan bom pada alat berat penggali, membuat kendaraan tersebut tidak lagi dapat digunakan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: GTV News