Pasukan pendudukan Israel terus melancarkan rangkaian serangan di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu, 26 April 2026, yang menargetkan warga sipil menggunakan peluru tajam dan artileri. Koresponden Al-Mayadeen melaporkan bahwa seorang anak tewas akibat tembakan pasukan Israel di proyek Beit Lahia, bagian utara Jalur Gaza. Di wilayah yang sama, serangan drone Israel juga dilaporkan melukai sejumlah warga sipil lainnya yang sedang berada di area pemukiman.
Eskalasi militer ini meluas hingga ke wilayah tengah dan selatan Gaza, di mana serangan artileri menghantam bagian timur kamp pengungsi Bureij serta lingkungan Zeitoun di tenggara Kota Gaza. Di wilayah selatan, seorang pemuda bernama Amjad Fouad Al-Jarif dilaporkan gugur setelah ditembak pasukan Israel di dekat bundaran Al-Tahliya, sebelah timur Khan Younis. Serangan ini terjadi bersamaan dengan tembakan artileri berat dan tank yang menyasar kawasan timur kota tersebut, sehingga memperburuk situasi keamanan di tengah pemukiman warga.
Kementerian Kesehatan di Gaza dalam laporan statistik harian pada Senin pagi mengonfirmasi kedatangan 7 martir dan 18 korban luka di rumah sakit dalam 24 jam terakhir. Pihak kementerian juga menekankan bahwa masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan yang tidak dapat dijangkau oleh tim medis maupun pertahanan sipil akibat intensitas serangan yang terus berlanjut. Kondisi ini menunjukkan hambatan besar dalam proses evakuasi korban di tengah agresi yang tidak kunjung mereda.
Berdasarkan data kumulatif sejak awal agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah martir di Gaza kini telah mencapai 72.593 jiwa dengan 172.399 orang luka-luka. Data tersebut juga menyoroti fakta memprihatinkan bahwa sejak deklarasi gencatan senjata yang seharusnya berlaku pada 11 Oktober 2025, tercatat sebanyak 817 warga telah gugur. Hal ini menjadi bukti nyata atas terus berulangnya pelanggaran terhadap komitmen jeda pertempuran yang mengorbankan keselamatan warga sipil, termasuk anak-anak dan kaum muda di seluruh wilayah kantong tersebut.
Sumber berita: Al-Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency


