Skip to main content

Anggota Dewan Kebijaksanaan sekaligus penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menegaskan pada Minggu, 26 April 2026, bahwa tidak ada satu pun negara yang memiliki kemampuan untuk menghentikan ekspor minyak Iran. Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap blokade laut dan tekanan ekonomi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di kawasan tersebut. Jenderal Rezaei menyarankan agar Presiden Amerika Serikat lebih fokus membenahi gejolak internal di pemerintahan, ekonomi, dan angkatan bersenjatanya sendiri daripada melontarkan pernyataan yang dianggapnya sebagai bualan belaka mengenai penghentian arus energi Iran.

Dalam kesempatan yang sama, ajudan Presiden Iran, Ismail Saghab-Esfahani, memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi jika infrastruktur vital Iran menjadi sasaran agresi. Ia menegaskan bahwa Teheran akan memberikan balasan yang jauh lebih besar jika sumur minyak atau fasilitas energi mereka mengalami kerusakan akibat tindakan Amerika Serikat. Saghab-Esfahani merangkum ancaman tersebut dengan formula pembalasan “satu sumur minyak untuk empat sumur minyak,” yang menandakan bahwa setiap serangan terhadap aset Iran akan dibayar dengan kehancuran infrastruktur energi pihak lawan dalam skala yang berkali-kali lipat lebih luas.

Pernyataan dari para petinggi militer dan politik ini mempertegas posisi Iran yang tetap menolak untuk tunduk pada tekanan blokade laut di Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan strategis lainnya. Teheran memandang ancaman terhadap sektor minyak sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan nasional mereka, sehingga kesiapan militer untuk melakukan serangan balik menjadi prioritas utama. Penegasan ini sekaligus mengirimkan sinyal kepada komunitas internasional bahwa Iran siap menanggung risiko tertinggi demi mempertahankan jalur ekspor energinya di tengah eskalasi konflik yang kian memanas dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Mehr News