Skip to main content

Saluran 12 Israel melaporkan bahwa sejak pertempuran di Lebanon berlanjut, militer Israel menghadapi tantangan kompleks yang mengancam pasukan di lapangan, yakni serangan drone peledak. Puluhan tentara dilaporkan menderita berbagai luka akibat serangan pesawat nirawak Hizbullah di area operasional mereka. Militer Israel mengakui bahwa fenomena ini jauh lebih sulit ditangani dibandingkan tembakan anti-tank atau konfrontasi langsung, karena sifat drone yang mampu menghindari deteksi radar konvensional dan menyerang dari sudut yang sulit diantisipasi.

Di medan tempur darat, koresponden Al-Mayadeen mengonfirmasi pada Rabu, 15 April 2026, bahwa tentara pendudukan masih belum mampu menguasai kota strategis Bint Jbeil. Bentrokan sengit terpusat di lingkungan Al-Awaini yang menghadap ke stadion kota dan pinggiran pasar tua. Berkat perlawanan gigih para pejuang, pasukan darat Israel terjebak di pinggiran dan gagal merangsek maju ke pusat pasar. Militer Israel dilaporkan bergerak di bawah perlindungan tembakan udara dan darat yang masif, namun area padat bangunan di Bint Jbeil—yang kondisinya disamakan dengan Jalur Gaza—membuat baku tembak jarak dekat menjadi tak terhindarkan dan memakan banyak korban di pihak mereka.

Hizbullah mengungkap detail penyergapan mematikan terhadap Batalyon 101 Brigade Pasukan Terjun Payung yang terjadi pada Selasa dini hari. Saat pasukan tersebut mencoba bergerak dari Maroun al-Ras menuju wilayah barat daya Bint Jbeil, mereka masuk ke dalam “titik pembantaian” (point of killing) yang telah disiapkan. Pejuang perlawanan meledakkan perangkat peledak improvisasi (IED) dan langsung terlibat dalam pertempuran jarak dekat menggunakan senjata ringan dan menengah. Evakuasi medis besar-besaran harus dilakukan menggunakan helikopter di bawah perlindungan asap tebal, sementara artileri Hizbullah terus menghujani area evakuasi dengan roket untuk menghambat penarikan mundur pasukan tersebut.

Selain pertempuran darat, media militer Hizbullah merilis rekaman keberhasilan mereka menjatuhkan drone canggih Israel jenis “Hermes 450 – Zik” di wilayah Aishiya menggunakan rudal permukaan-ke-udara. Serangan Hizbullah juga diperluas ke dalam wilayah pendudukan, di mana pangkalan Givat Olga di barat kota Hadera dan barak Al-Aliqah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki menjadi sasaran empuk drone-drone berkualitas tinggi milik perlawanan. Eskalasi ini mempertegas bahwa meskipun Israel meningkatkan agresi sejak 2 Maret lalu, Hizbullah masih memiliki kemampuan untuk melumpuhkan infrastruktur militer musuh baik di garis depan maupun jauh di kedalaman wilayah pendudukan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Tehran Times