Hizbullah mengumumkan pada Kamis, 12 Maret 2026 dini hari bahwa mereka telah melaksanakan serangkaian operasi besar yang menargetkan situs-situs militer strategis di dalam wilayah Palestina yang diduduki serta konsentrasi tentara pendudukan di perbatasan. Operasi yang diberi sandi “Eaten Straw” ini melibatkan peluncuran ratusan roket dan drone penyerang yang menjangkau target hingga kedalaman 5 kilometer di pemukiman utara yang sebelumnya telah diberi peringatan. Di antara target utama yang dihantam adalah pangkalan Atlit di selatan Haifa, yang merupakan markas besar unit komando angkatan laut elit “Shayetet 13”, menggunakan salvo rudal canggih. Selain itu, pangkalan Glilot yang merupakan markas besar Unit Intelijen Militer 8200 di pinggiran Tel Aviv, berjarak 110 km dari perbatasan, juga menjadi sasaran serangan rudal berkualitas tinggi.
Serangan udara Hizbullah juga menyasar titik-titik krusial lainnya seperti barak Yara dan pangkalan Beit Lid, sebuah fasilitas militer yang menampung kamp pelatihan untuk Brigade Nahal dan Brigade Pasukan Terjun Payung. Di wilayah utara, pangkalan manajemen dan kontrol operasi udara Meron dihantam oleh skuadron drone penyerang yang mengakibatkan kerusakan pada salah satu radar utama di pangkalan tersebut. Pemukiman Nahariya juga menjadi target serangan ganda drone penyerang sebagai tindak lanjut dari peringatan yang telah dikeluarkan sebelumnya. Sementara itu, di garis perbatasan, kumpulan pasukan tentara pendudukan Israel di lokasi Markaba yang baru didirikan turut dihantam dengan tembakan artileri secara presisi.
Media massa di Israel melaporkan bahwa wilayah pendudukan menjadi sasaran serangan rudal gabungan yang diluncurkan secara simultan dari arah Iran dan Lebanon. Sirene peringatan terdengar di hampir seluruh wilayah Palestina yang diduduki, mulai dari Rosh Hanikra di utara hingga wilayah utara Gaza. Laporan tersebut merinci bahwa rudal dari Lebanon fokus menyasar wilayah utara, sementara rudal dari Iran menghantam wilayah selatan dan tengah. Kondisi ini memicu kepanikan dan kebingungan pada sistem peringatan dini Israel karena alarm aktif di lokasi-lokasi yang jauh dari target jatuhnya rudal. Kota-kota besar seperti Tel Aviv, Haifa, dan Eilat melaporkan aktivasi sirene secara terus-menerus.
Dampak langsung dari serangan ini teramati di beberapa titik strategis, di mana sebuah rudal dilaporkan menghantam langsung kota Haifa yang diduduki, serta beberapa lainnya jatuh di area Zichron Ya’akov di selatan Haifa. Di pusat wilayah Palestina yang diduduki, sebuah rudal juga dilaporkan jatuh menghantam wilayah Herzliya secara langsung. Rangkaian operasi terkoordinasi ini menunjukkan peningkatan eskalasi yang signifikan di mana Hizbullah mampu menjangkau fasilitas intelijen dan militer paling sensitif milik Israel di tengah agresi yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Press TV



