Skip to main content

Gerakan Hizbullah di Lebanon secara resmi mengeluarkan pernyataan keras pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, untuk mengutuk agresi udara dan laut Amerika Serikat serta Israel terhadap Republik Islam Iran. Hizbullah menyebut tindakan tersebut sebagai “agresi berkhianat” yang dilakukan setelah berbulan-bulan ancaman dilontarkan oleh Washington dan Tel Aviv. Menurut Hizbullah, tujuan utama serangan ini bukanlah program nuklir semata, melainkan upaya putus asa untuk merampas hak kedaulatan Iran, menghancurkan kemampuan pertahanan rudalnya, serta memaksa Teheran tunduk pada sistem ketergantungan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menegaskan bahwa agresi ini merupakan kelanjutan dari pendekatan arogan yang dipraktikkan oleh pemerintahan Amerika Serikat dan entitas Zionis setelah kegagalan mereka dalam “Perang 12 Hari” tahun lalu. Hizbullah memandang Iran sebagai negara kuat yang menjadi sandaran bagi bangsa-bangsa merdeka dan tertindas di dunia, serta menjadi penghalang kokoh bagi rencana hegemoni Zionis-Amerika. Hizbullah menyatakan solidaritas penuhnya kepada kepemimpinan dan rakyat Iran, seraya menekankan bahwa serangan ini hanya akan meningkatkan kekuatan dan keteguhan Republik Islam dalam mempertahankan hak-hak sahnya.

Di medan tempur, eskalasi meningkat tajam setelah pengumuman syahidnya Pemimpin Besar Sayyid Ali Khamenei. Media Israel melaporkan pada Sabtu malam bahwa Iran telah meluncurkan gelombang rudal besar-besaran yang menyasar wilayah pendudukan. Ledakan hebat terdengar di pusat kota Tel Aviv dan sekitarnya, dengan laporan adanya korban jiwa yang terkonfirmasi akibat hantaman rudal tersebut. Meskipun sistem pertahanan udara Israel mencoba melakukan intersepsi di langit Tel Aviv, sirene bahaya terus meraung di berbagai wilayah, termasuk Haifa, di tengah status siaga keamanan tertinggi.

Di sisi pertahanan domestik Iran, sumber militer mengungkapkan kepada kantor berita Tasnim bahwa unit pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh tiga drone jenis Hermes milik Israel di kota Tabriz, Khomein, dan Ahvaz. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan tempur Iran dalam menghadapi serangan udara langsung di wilayahnya. Hizbullah menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa musuh Amerika dan Israel akan menerima pukulan telak dan tidak akan memetik apa pun kecuali kegagalan dari agresi kriminal mereka, sembari menyerukan kepada seluruh bangsa di kawasan untuk menyadari bahaya besar dari skema ini jika dibiarkan tanpa perlawanan.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel