Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memberikan peringatan keras pada hari Rabu, 25 Februari 2026, bahwa semua opsi kini tersedia di meja perundingan, mulai dari diplomasi yang berlandaskan martabat hingga pertahanan menyakitkan yang akan mendatangkan penyesalan bagi pihak lawan. Dalam pidatonya di hadapan para aktivis ekonomi serta anggota Kamar Dagang dan Pasar, Mohammad Baqer Qalibaf menanggapi pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menegaskan bahwa Teheran akan merespons secara positif setiap jalur diplomatik yang menghormati martabat rakyat Iran dan menjaga kepentingan bersama. Tokoh legislatif tersebut menyampaikan secara langsung kepada Washington bahwa jika Amerika Serikat memilih meja diplomasi yang didasarkan pada rasa hormat timbal balik, maka Republik Islam Iran akan hadir di meja tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa jika keputusan diambil berdasarkan informasi palsu dan analisis yang keliru, atau jika pihak Amerika Serikat memilih melakukan tindakan militer apa pun selama proses negosiasi berlangsung, maka respons Iran akan sangat tegas dan kuat.
Mohammad Baqer Qalibaf menjelaskan bahwa beberapa pernyataan Amerika Serikat selama peristiwa baru-baru ini didasarkan pada data yang menyesatkan, termasuk klaim mengenai jatuhnya kota-kota di Iran atau angka korban yang tidak akurat yang menurutnya merupakan bagian dari perang media dan psikologis terhadap negaranya. Selain itu, ia menunjuk entitas pendudukan Israel sebagai pihak di balik rencana untuk mendestabilisasi Iran. Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa entitas tersebut merupakan tempat perlindungan bagi teroris dan dengan dukungan Amerika Serikat berupaya menargetkan Iran bahkan ketika negosiasi sedang berlangsung. Ia menambahkan bahwa intervensi langsung Amerika Serikat dalam perang 12 hari terjadi saat perundingan tengah berjalan, namun Iran berhasil menggagalkan rencana tersebut dan memberikan kekalahan telak kepada para agresor.
Terkait isu nuklir, Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan kembali bahwa Republik Islam Iran tidak berupaya untuk memperoleh senjata nuklir. Posisi ini telah dinyatakan berulang kali di forum internasional, baik oleh Pemimpin Besar Iran Sayyid Ali Khamenei maupun oleh para pejabat tinggi lainnya, meskipun pemerintah Amerika Serikat terus menjalankan kebijakan ancaman dan tekanan. Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan bahwa rakyat Iran yang telah menggagalkan berbagai upaya penundukan sejak kudeta tahun 1953 akan tetap bersatu menghadapi agresi apa pun. Ia menekankan bahwa jika perang dipaksakan, hal itu akan disambut dengan respons yang membuat agresor menyesal, dan dunia Islam serta orang-orang merdeka di seluruh dunia tidak akan tinggal diam menghadapi perilaku tidak adil terhadap Iran.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Times of Israel



