Dalam peresmian “kota rudal” terbaru milik Pasukan Kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berlangsung semalam, publik dikejutkan dengan kehadiran Khorramshahr-4, salah satu rudal balistik paling canggih dalam inventaris militer Iran. Penempatan rudal ini di dalam kompleks bawah tanah yang strategis menjadi bukti nyata transformasi kekuatan militer Iran, dari proyek pertahanan sederhana pasca-Revolusi 1979 menjadi kekuatan strategis terintegrasi yang mampu memproduksi rudal presisi secara mandiri di tengah embargo militer.
Rudal Khorramshahr-4 merupakan pilar utama dalam sistem ketahanan nasional Iran dengan spesifikasi teknis yang sangat mematikan. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer dengan hulu ledak berat mencapai 1.500 kilogram, namun tetap mempertahankan tingkat akurasi tinggi dengan radius kesalahan hanya sekitar 30 meter. Sebagai elemen kunci dalam doktrin ofensif baru Iran, rudal ini memiliki kecepatan luar biasa, mencapai Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 saat memasuki atmosfer, sehingga memangkas waktu respons sistem pertahanan udara musuh hingga ke titik minimal.
Keunggulan utama Khorramshahr-4 terletak pada kemampuannya menembus perisai udara paling rapat sekalipun. Berkat penggunaan hulu ledak yang dapat bermanuver (Maneuvering Re-entry Vehicle/MaRV), sistem pemandu tahap menengah, serta jejak radar (radar cross-section) yang diperkecil, rudal ini sangat sulit dideteksi. Selain itu, ketahanan tinggi terhadap perang elektronik menjadikannya senjata yang sangat andal dalam menembus sistem pertahanan canggih Amerika Serikat maupun entitas Israel.
Wakil Panglima Bidang Politik Garda Revolusi, Yadollah Javani, menegaskan bahwa kehadiran Khorramshahr-4 membawa pesan politik yang kuat bagi Washington. Beliau menyatakan bahwa meski Iran bersedia duduk di meja perundingan, Teheran tidak akan pernah menyerahkan atau menawar kapabilitas militernya. Beliau memperingatkan bahwa jika musuh melakukan salah perhitungan, hal itu akan menjadi kesalahan terakhir mereka di kawasan, karena kekuatan Amerika Serikat saat ini dinilai jauh lebih lemah dibandingkan masa lalu.
Penempatan taktis rudal ini di kota-kota rudal bawah tanah mengirimkan sinyal jelas bahwa kemampuan militer Iran terus berkembang pesat dalam hal kecepatan, akurasi, dan daya tembus. Yadollah Javani menekankan bahwa Iran tidak mencari peperangan, namun jika kedaulatannya diganggu, respons yang diberikan akan sangat kuat dan berpotensi memicu perang regional yang luas. Kekuatan ofensif ini kini menjadi penjamin utama kedaulatan Iran dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Jerusalem Post



