Skip to main content

Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menyampaikan ucapan selamat kepada Menteri Keamanan Iran, Hujjatul Islam Esmail Khatib, dalam rangka memperingati hari lahir Imam Mahdi (Afs). Momentum ini sekaligus diperingati sebagai Hari Nasional bagi seluruh personel yang bernaung di bawah Kementerian Keamanan dan Intelijen. Dalam pesan resminya, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menegaskan bahwa stabilitas Republik Islam Iran di tengah tekanan regional dan ancaman asing saat ini sepenuhnya bersandar pada dedikasi serta kesabaran para personel intelijen. Beliau menyebut mereka sebagai garda terdepan yang bekerja tanpa henti di luar jangkauan sorotan publik demi menjaga kedaulatan, kekuatan, dan stabilitas negara. Kekuatan ini, menurutnya, lahir dari koordinasi lintas lembaga yang sangat solid serta perpaduan antara keahlian profesional dan semangat jihad yang berhasil mematahkan berbagai konspirasi musuh.

Peringatan keras juga datang dari Wakil Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Kioumars Heidari, yang menyatakan bahwa setiap serangan terhadap wilayah kedaulatan Iran akan dibalas dengan tindakan yang menghancurkan. Brigadir Jenderal Kioumars Heidari menekankan bahwa keamanan di kawasan Asia Barat tidak akan memiliki arti jika keamanan Iran diganggu. Beliau memperingatkan secara terbuka bahwa apabila Amerika Serikat (AS), Israel, dan para sekutunya berani menyerang, maka tidak akan ada lagi tempat berlindung yang aman bagi aset-aset mereka di seluruh kawasan tersebut. Kehadiran armada tempur dan peralatan militer AS di Teluk Persia dinilai sebagai salah perhitungan besar yang hanya akan membawa Washington pada kekalahan telak dan pengusiran paksa pasukan mereka dari wilayah tersebut.

Sementara itu, di lini pertahanan wilayah, Panglima Pasukan Keamanan Internal Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan, memastikan bahwa seluruh jajaran penjaga perbatasan kini berada pada puncak kesiagaan tempur. Dalam upacara penghormatan bagi para syuhada—mulai dari pahlawan masa Pertahanan Suci hingga korban perang melawan Zionis dan kerusuhan baru-baru ini—ia memperingatkan AS dan entitas Zionis agar tidak ceroboh dalam menilai kekuatan militer Iran. Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan menegaskan bahwa sistem pertahanan Iran didukung oleh personel yang siap mengorbankan nyawa, sebuah faktor kunci yang terbukti mampu memadamkan upaya penghasutan musuh di dalam negeri belakangan ini.

Pihak kepolisian, bersama Garda Revolusi dan Brigade Imam Husain, dipastikan akan terus memburu elemen-elemen musuh di dalam negeri guna menjamin keamanan rakyat tidak dikompromikan oleh kepentingan asing. Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama strategis dengan negara-negara tetangga serta pelibatan aktif penduduk di wilayah perbatasan dalam menjaga stabilitas bersama. Koordinasi ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lembaga-lembaga kunci seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, hingga Parlemen Iran. Langkah ini diambil untuk menciptakan benteng pertahanan yang terintegrasi guna menghadapi ancaman geopolitik yang terus berkembang serta menutup celah bagi infiltrasi jaringan intelijen musuh.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Times of Israel