Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, memberikan penegasan kuat bahwa rakyat Iran telah membuktikan selama 47 tahun terakhir bahwa negara mereka tidak dapat ditaklukkan. Beliau memperingatkan bahwa pihak-pihak yang keras kepala dan tidak belajar dari kesalahan masa lalu pada akhirnya akan tersingkir. Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi bersumpah bahwa dunia akan menyaksikan wajah berbeda dari Iran yang kuat, di mana tidak akan ada warga Amerika yang merasa aman, dan api konflik di kawasan akan menelan Amerika Serikat beserta para sekutunya.
Terkait ancaman mengenai blokade laut, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi menyarankan agar pihak-pihak tersebut mempelajari kembali pelajaran geografi dan geopolitik mereka. Beliau menekankan bahwa Iran adalah negara yang luas dan kuat sehingga tidak mungkin untuk dikepung atau diblokade. Beliau juga menjelaskan bahwa pasca perang 12 hari, Iran telah melakukan modifikasi besar pada doktrin pertahanannya dengan beralih ke doktrin ofensif. Strategi baru ini didasarkan pada pendekatan operasi yang cepat dan berkelanjutan, dengan mengadopsi strategi militer asimetris yang bersifat menghancurkan.
Panglima Angkatan Bersenjata tersebut menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil Iran akan bersifat sangat cepat, menentukan, dan di luar kalkulasi Amerika Serikat. Beliau menyatakan bahwa Teheran tidak akan menunjukkan sedikit pun kelalaian terhadap musuh-musuhnya. Beliau menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa militer Iran hanya berfokus pada kemenangan, tidak mempedulikan kebisingan atau prestise semu dari musuh, serta tidak gentar terhadap ancaman apa pun. Iran kini berada dalam kesiapan penuh untuk melakukan konfrontasi dan memberikan pukulan balasan yang telak.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa negaranya tetap melanjutkan pendekatan diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan regional. Beliau mencatat bahwa Iran sangat tulus dalam upaya diplomatiknya, namun tidak akan menerima ultimatum atau tenggat waktu apa pun dari pihak luar. Esmaeil Baghaei juga menyoroti peran Israel yang terus menunjukkan ketidaksenangannya terhadap setiap perundingan. Menurut beliau, Israel sedang berupaya keras mendorong Washington menuju konfrontasi militer berskala penuh dengan Teheran, yang melampaui sekadar serangan terbatas.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Tehran Times

