Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, secara tegas menyerukan kewaspadaan dan kehati-hatian dengan menekankan bahwa fitnah yang dilancarkan oleh musuh-musuh negara belum berakhir. Dalam sebuah sesi parlementer, Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa kekalahan musuh dalam plot Zionis-Amerika ini telah membuktikan sekali lagi bahwa Iran, di bawah kepemimpinan yang berani dan bijaksana, bukanlah tempat yang aman bagi para teroris dan pengkhianat. Beliau menyatakan bahwa kegagalan rencana musuh tersebut telah mendorong Presiden Amerika Serikat ke titik keputusasaan dan memaksanya untuk memberikan respons yang kontradiktif serta penuh amarah. Mohammad Baqer Qalibaf pun menyerukan upaya berlipat ganda untuk memperkuat persatuan nasional serta kerja keras dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat.
Langkah kewaspadaan ini juga ditegaskan oleh Kepala Kehakiman Iran, Gholam Hossein Mohseni Ejei, dalam pertemuan Dewan Yudisial Tertinggi. Beliau menyatakan bahwa musuh yang sedang terluka tidak akan menyerah begitu saja, sehingga pihak kehakiman tidak akan menghentikan pengejaran dan penuntutan terhadap para pelaku kejahatan baru-baru ini, baik melalui pengadilan domestik maupun saluran internasional. Beliau meyakini bahwa keputusan hukum yang dihasilkan melalui proses ini akan jauh lebih efektif dalam memberikan keadilan. Sementara itu, Ibrahim Azizi selaku Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan Amerika Serikat. Ia menunjukkan bahwa Washington telah mengubah meja perundingan menjadi medan perang dan tidak mematuhi prinsip-prinsip negosiasi, meskipun Teheran tetap siap bernegosiasi jika pihak Amerika bersedia menerima landasan-landasan yang ditetapkan Iran. Pada saat yang sama, para pimpinan dari tiga otoritas tinggi Iran memberikan pujian atas kesadaran rakyat Iran yang berhasil menggagalkan skema kotor para perancang konspirasi terhadap Republik Islam.
Di lapangan, pasukan keamanan dan intelijen dari kepolisian serta Garda Revolusi telah berhasil menangkap ratusan elemen kunci yang menghasut kerusuhan dan kekacauan. Kementerian Keamanan Iran secara resmi mengumumkan penangkapan 192 figur utama yang terlibat dalam insiden teroris baru-baru ini di Provinsi Khorasan Razavi, wilayah timur laut Iran. Dalam laporannya pada hari Senin, kementerian tersebut menyatakan bahwa elemen-elemen ini terlibat dalam pembakaran masjid, tempat umum, bus, serta penyerangan terhadap kantor polisi. Mereka juga terlibat dalam aksi yang menyebabkan gugurnya enam penjaga keamanan dan warga sipil. Beberapa dari tahanan tersebut merupakan agen dari arus oposisi dan kelompok teroris yang terkait dengan entitas asing, di mana mereka telah melakukan beberapa perjalanan ke luar negeri dan menerima dana dalam jumlah besar atas aksi mereka. Dari tangan individu-individu ini, petugas menyita sejumlah besar senjata termasuk pistol, senapan Kalashnikov, senapan berburu, parang, pedang, belati, dan tinju besi. Investigasi lebih lanjut saat ini sedang dilakukan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh individu-individu ini dengan gaya kelompok ISIS.
Operasi pembersihan juga dilaporkan secara mendalam oleh Kantor Hubungan Masyarakat Korps “Abul-Fadl (AS)” dari Garda Revolusi di Provinsi Lorestan, wilayah barat Iran. Mereka mengumumkan penangkapan 134 elemen lapangan dan tokoh kunci yang terkait dengan jaringan Amerika-Zionis yang aktif dalam kerusuhan dan kekacauan di provinsi tersebut. Melalui pemantauan intelijen yang berkelanjutan dan kontrol penuh dari aparat intelijen Korps “Abul-Fadl (AS)” di Lorestan serta koordinasi dengan aparat yudisial, 134 elemen berpengaruh tersebut diidentifikasi dan kemudian ditangkap melalui prosedur yang presisi dan mengejutkan, di mana operasi ini dinyatakan masih terus berlangsung. Individu yang ditangkap dianggap sebagai elemen kunci dalam merencanakan, mengorganisir, dan mengarahkan kerusuhan di Lorestan. Mereka membentuk sel teroris selama kerusuhan dan melakukan kejahatan dengan gaya ISIS yang mengingatkan pada kejahatan kelompok munafik pada tahun 1980-an, termasuk menargetkan personel keamanan dengan berbagai jenis senjata api dan senjata tajam, serta menghancurkan dan membakar tempat umum maupun pribadi seperti masjid, Husainiyah, toko-toko, bank, serta kendaraan layanan publik dan swasta. Investigasi pelengkap mengenai keterkaitan sel teroris ini sedang diproses secara cermat, dan pengakuan dari elemen kunci tersebut akan disiarkan secara berturut-turut melalui saluran resmi.
Terakhir, Polisi Keamanan Publik dari Pasukan Keamanan Internal di Provinsi Zanjan juga mengeluarkan pernyataan mengenai penangkapan 150 elemen kunci yang terlibat dalam aksi kekacauan dan kerusuhan di provinsi tersebut. Individu-individu ini, yang diidentifikasi sebagai agen dan musuh revolusi, terlibat dalam tindakan sabotase terhadap properti publik dan pribadi serta pembakaran sarana transportasi di alun-alun kota. Melalui pemantauan intelijen dan upaya tanpa lelah siang dan malam, petugas keamanan berhasil mengidentifikasi 150 pelaku utama kerusuhan tersebut dan menangkap mereka dalam operasi kejutan. Dari tangan mereka, disita banyak senjata tajam. Kejahatan yang dilakukan oleh para perusuh ini meliputi penumpahan darah warga yang tidak bersalah, penghancuran tempat-tempat suci, perusakan properti publik dan pribadi, upaya untuk menyerbu pusat-pusat militer, serta tindakan menyebarkan teror dan kepanikan di antara warga negara.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV


