Skip to main content

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa Israel tidak mematuhi peta kesepakatan dan secara sengaja memperluas garis kuning, terutama di wilayah utara Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya pada Senin, 10 November 2025, Qassem mengatakan bahwa pihaknya telah menjelaskan kepada para mediator bahwa Hamas perlu membawa alat berat untuk mengevakuasi sisa jenazah tawanan “Israel” yang terperangkap di zona pertempuran.

Ia menambahkan, Israel juga mengingkari kesepahaman sebelumnya terkait para pejuang Hamas di Rafah setelah menerima jenazah perwira Hadar Goldin.

Menurut Qassem, perkembangan ini menunjukkan bahwa Israel terus melanggar perjanjian yang telah ditandatangani, sehingga semakin mempersulit upaya mediasi kemanusiaan maupun lapangan.

Selama perang genosida yang dilancarkan Israel, lebih dari 239.000 warga Palestina tewas atau terluka, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Selain itu, lebih dari 11.000 orang dilaporkan hilang, sementara ratusan ribu lainnya mengungsi dan dilanda kelaparan yang menewaskan banyak korban, terutama anak-anak. Sebagian besar kota dan wilayah di Jalur Gaza pun hancur dan terhapus dari peta.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Times of Israel