Skip to main content

Dalam pidatonya pada sesi pleno Majelis Permusyawaratan Islam (Parlemen) yang digelar pada Minggu, 9 November 2025, Ketua Majelis Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menanggung seluruh konsekuensi dari agresinya terhadap Iran, seraya menekankan bahwa bangsa Iran akan berdiri teguh menghadapi setiap ancaman.

Qalibaf memulai pidatonya dengan menyinggung persoalan ekonomi dalam negeri yang masih menekan kehidupan rakyat. Ia mengatakan bahwa untuk mengatasi akar masalah ekonomi diperlukan langkah-langkah serius di bidang infrastruktur, namun langkah cepat dan efektif tetap bisa dilakukan dengan berfokus pada tiga hal utama: penerapan sistem baru pengumpulan barang, pengurangan krisis perumahan, serta perencanaan yang lebih baik di sektor kesehatan. Ia meminta pemerintah mengambil kebijakan dengan visi menyeluruh, terutama dalam hal-hal yang sebelumnya pernah mengalami kegagalan.

Berbicara mengenai agresi Amerika Serikat, Qalibaf menyatakan: “Setelah Presiden Amerika Serikat mengakui tanggung jawab langsung atas agresi militer yang dilakukan entitas Zionis terhadap Iran, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, Piagam PBB, serta kedaulatan nasional negara kita, saya atas nama rakyat Iran yang mulia mengutuk tindakan biadab ini dengan sekeras-kerasnya. Pemerintah Amerika Serikat, sesuai hukum internasional, harus menanggung konsekuensi hukum, politik, dan militer atas agresi terang-terangan yang menyebabkan gugurnya sejumlah besar warga negara kita.”

Ia menegaskan bahwa bangsa Iran akan tetap bersatu dan kuat menghadapi segala bentuk ancaman, dan akan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan agresi atas tindakan mereka.

Qalibaf kemudian menyinggung hasil kunjungan resminya ke Pakistan yang berlangsung atas undangan Ketua Majelis Nasional Pakistan dan sesuai arahan Pemimpin Tertinggi Revolusi. Ia menyebut kunjungan itu dilakukan dalam kerangka diplomasi parlemen untuk memperkuat hubungan ekonomi, budaya, dan keamanan antara kedua negara.

“Pakistan memiliki arti strategis yang besar bagi Iran di berbagai bidang, karena kebutuhan perdagangan kedua negara saling melengkapi, kesamaan budaya kita sangat dalam, dan terdapat peluang nyata untuk memperluas kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan,” ujarnya. “Selain itu, posisi geografis Pakistan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Iran dengan Asia Timur dan wilayah lain di sekitarnya.”

Qalibaf menjelaskan bahwa selama kunjungan tiga hari tersebut, delegasi parlemen Iran telah bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Pakistan, termasuk Ketua Majelis Nasional, Penjabat Presiden sekaligus Ketua Senat, Perdana Menteri, serta Panglima Angkatan Bersenjata negara itu. Dua pertemuan hangat juga digelar bersama para pelaku ekonomi, tokoh politik, dan budayawan dari kedua negara.

Menurutnya, pembahasan dalam pertemuan itu mencakup tindak lanjut pelaksanaan dokumen kerja sama yang ditandatangani dalam kunjungan Presiden Iran sebelumnya, peningkatan volume perdagangan bilateral hingga 10 miliar dolar, fasilitasi perdagangan barter melalui reformasi infrastruktur, penyelesaian proses perdagangan bebas, pengembangan kerja sama lintas batas, pembentukan pasar bersama, peningkatan keamanan di perbatasan, serta perencanaan proyek bersama antara Iran, Tiongkok, dan Pakistan. Qalibaf menyatakan harapannya agar hasil nyata dari pembahasan itu segera terlihat setelah diimplementasikan oleh kedua pemerintah.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada rakyat Pakistan atas sambutan hangat selama kunjungannya. “Sambutan yang luar biasa di Islamabad dan Karachi mencerminkan rasa persaudaraan yang mendalam antara kedua bangsa. Kehadiran saya di salat Jumat di Karachi menjadi momen yang tak terlupakan,” ujarnya.

Menurut Qalibaf, para jamaah di Karachi menyambut hangat delegasi Iran, meneriakkan dukungan bagi Iran dan Palestina, dan menegaskan solidaritas di antara umat Islam. Ia menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa perjalanan tersebut merupakan langkah besar untuk memperkuat persatuan antara kedua negara, serta menaruh harapan agar kerja sama yang erat dapat membawa masa depan yang lebih cerah bagi rakyat Iran dan Pakistan.

Sumber berita: Al-Alam

Sumber gambar: Pars Today