Skip to main content

Sejumlah faksi Palestina mengeluarkan pernyataan bersama usai melakukan konsultasi di Kairo, Mesir, menegaskan komitmen mereka untuk melindungi proyek nasional serta memulihkan persatuan internal di tengah agresi yang masih berlangsung di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan itu, para faksi menyambut upaya Arab, Islam, dan internasional untuk mengakhiri genosida Israel di Gaza. Mereka menegaskan bahwa tahap saat ini menuntut sikap nasional yang terpadu, sambil menolak sepenuhnya setiap upaya aneksasi atau pemindahan paksa penduduk di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, maupun Al-Quds.

Faksi-faksi tersebut juga mengecam langkah parlemen pendudukan Israel yang memberikan persetujuan awal terhadap apa yang disebut “Undang-Undang Penerapan Kedaulatan,” yang bertujuan memberlakukan hukum Israel di sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Menegaskan kembali keteguhan posisi mereka, para faksi menyatakan penolakan total terhadap setiap upaya politik atau militer untuk mengubah realitas demografis maupun geografis di Palestina. Mereka menekankan bahwa setiap langkah menuju aneksasi atau pemindahan paksa akan dihadapi dengan perlawanan bersama, persatuan, dan advokasi internasional.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat perjanjian gencatan senjata di Gaza, para faksi mengumumkan pembentukan Komite Teknis Sementara Palestina, sebuah badan independen yang akan mengambil alih administrasi Jalur Gaza. Komite ini bertugas mengelola urusan harian dan pelayanan publik dengan koordinasi bersama mitra Arab serta lembaga internasional.

Faksi-faksi Palestina juga menegaskan komitmen mereka untuk menegakkan perjanjian gencatan senjata, termasuk penarikan pasukan pendudukan Israel dari Gaza dan pencabutan blokade.

Untuk mendukung proses pemulihan pascaperang, mereka mengumumkan pembentukan komite internasional yang akan mengawasi serta mendanai upaya rekonstruksi Gaza, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan regional dan global.

Menegaskan kembali kesatuan sistem politik Palestina dan independensi dalam pengambilan keputusan nasional, pernyataan tersebut menyerukan diakhirinya penyiksaan dan pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap para tahanan dan warga Palestina di penjara-penjara pendudukan.

Para faksi juga menyerukan kepada komunitas internasional agar menekan Israel mematuhi hukum internasional dan standar kemanusiaan terkait para tahanan.

Pernyataan bersama itu ditutup dengan seruan untuk segera menggelar pertemuan nasional yang melibatkan seluruh faksi Palestina, guna menyepakati strategi terpadu bagi tahap selanjutnya yang memperkuat kohesi politik dan keteguhan menghadapi kebijakan pendudukan.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: ABNA