Skip to main content

Kementerian Kesehatan Israel kembali memperbarui data resmi mengenai jumlah korban cedera yang dirawat di berbagai rumah sakit domestik sejak awal pecahnya perang melawan Iran pada 28 Februari lalu hingga Minggu malam, 21 Juni 2026. Berdasarkan ringkasan data teranyar tersebut, total volume korban luka di pihak Israel kini resmi melonjak dan menyentuh angka 9.272 orang, di mana otoritas medis mencatat adanya tambahan 5 kasus cedera baru sejak pembaruan data terakhir yang dikeluarkan pada hari Sabtu kemarin.

Dalam rincian geografis dan politik terkait jalur konfrontasi di lapangan, laporan statistik tersebut menjelaskan bahwa jumlah korban cedera yang tercatat di rumah-rumah sakit Israel khusus dari front utara—yakni dalam periode setelah koridor gencatan senjata dengan Iran disepakati—telah merangkak naik menjadi 1.373 orang. Lebih lanjut, data dari Kementerian Kesehatan Israel memaparkan indikator yang lebih spesifik, di mana total jumlah korban luka yang dievakuasi dari front utara pasca-kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon kini telah mencapai angka 955 orang yang tersebar di berbagai pusat layanan medis Israel.

Lonjakan angka korban di pihak militer Tel Aviv ini terjadi seiring dengan langkah konsisten dari perlawanan Hizbullah di Lebanon yang terus menghadang dan memukul mundur pergerakan pasukan pendudukan di wilayah Lebanon Selatan. Unit-unit perlawanan Hizbullah secara intensif terus membidik titik-titik kumpul tentara, konvoi kendaraan taktis, serta menggelar berbagai operasi penyergapan terarah guna mempertahankan kedaulatan tanah air dari segala bentuk pelanggaran batas yang dilakukan oleh musuh.

Sumber berita: Al-Mayadeen

Sumber gambar: Anadolu Agency