Skip to main content

Kementerian Luar Negeri dalam pemerintahan Yaman di Sana’a mengeluarkan peringatan keras pada hari Kamis, 11 Juni 2026, terkait dampak buruk dari berlanjutnya agresi militer Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran. Otoritas Yaman menegaskan bahwa tindakan ofensif sepihak yang dilancarkan oleh Washington bukan hanya menjadi ancaman langsung bagi kedaulatan sebuah negara, melainkan telah menjelma sebagai ancaman nyata bagi perdamaian, keamanan, serta stabilitas internasional.

Melalui pernyataan resminya, pihak kementerian menjelaskan bahwa desakan militer Amerika Serikat untuk terus mengagresi Iran secara sadar akan mendorong kawasan Timur Tengah ke arah eskalasi perang yang jauh lebih luas. Konflik terbuka ini diprediksi membawa konsekuensi serta dampak buruk yang sangat serius, tidak hanya bagi stabilitas regional tetapi juga bagi tatanan global. Kelanjutan dari aksi militer ini dinilai tidak akan pernah bisa mencapai target geopolitik yang diinginkan Washington, ataupun berhasil meruntuhkan kemauan politik serta ketahanan nasional rakyat Iran. Sebaliknya, Yaman menilai langkah destruktif tersebut hanya akan membuat Pentagon semakin terjebak dalam dilema strategis dan dipastikan akan berakhir dengan kegagalan total.

Secara spesifik, Kementerian Luar Negeri Yaman menyoroti bahwa dampak dari meluasnya konflik akibat agresi Amerika Serikat ini akan langsung memukul jalur pasokan logistik internasional, aktivitas perdagangan maritim, serta pasar minyak dan energi global. Gangguan pada sektor-sektor vital tersebut secara otomatis menjadi ancaman besar bagi stabilitas ekonomi dunia yang saat ini tengah rapuh. Sejalan dengan hukum internasional, pernyataan tersebut menegaskan bahwa Republik Islam Iran memiliki hak penuh dan sah untuk membela diri, menjaga kedaulatan, serta mempertahankan integritas wilayahnya dari segala bentuk ancaman luar, termasuk hak konstitusional untuk membidik pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah sebagai balasan setimpal.

Sebagai bentuk nyata dari kesamaan visi, seluruh elemen kepemimpinan, government, dan rakyat Yaman mendeklarasikan solidaritas penuh serta dukungan tanpa syarat kepada Iran dalam menghadapi agresi militer maupun blokade ekonomi yang dipaksakan oleh negara-negara Barat. Yaman mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang tetap meluncurkan rentetan serangan udara ke wilayah Iran dengan dalih pembelaan diri yang tidak berdasar, padahal Washington sebelumnya telah menyepakati koridor gencatan senjata secara resmi dengan pihak Teheran. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran hukum berat yang sama sekali tidak memiliki pembenaran hukum maupun moral di mata internasional.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Palestine Chronicle