Skip to main content

Hizbullah mengumumkan serangkaian operasi militer terhadap pasukan pendudukan Israel di wilayah selatan negara tersebut pada Rabu, 6 Mei 2026. Dalam laporan detailnya, pejuang perlawanan meluncurkan serangan pesawat nirawak pada pukul 19.10 yang menargetkan kendaraan militer jenis “Nimra” di Khallat al-Raj, kota Deir Siryan. Kendaraan tersebut dilaporkan terbakar hebat di lokasi kejadian. Sebuah helikopter sempat dikerahkan untuk mengevakuasi para korban luka, namun pejuang Hizbullah segera menargetkan pasukan evakuasi tersebut dengan peluru artileri yang memaksa tentara musuh melarikan diri dari area tersebut.

Aksi perlawanan juga menyasar peralatan berat militer Israel di beberapa titik strategis. Pada pukul 17.50, sebuah buldoser militer di area kamp penahanan Khiam hancur setelah dihantam serangan drone. Sebelumnya, pada pukul 16.00, buldoser jenis “D9” milik tentara Israel di kota Houla juga menjadi sasaran serangan serupa yang menghasilkan hantaman langsung. Selain menyasar kendaraan, pada pukul 17.15, serangan drone juga diarahkan pada konsentrasi tentara pendudukan di kota Aita al-Shaab.

Operasi berlanjut dengan serangan artileri dan roket di wilayah lain. Pada pukul 14.00, pejuang perlawanan menggempur kumpulan kendaraan dan personel militer Israel di kota Rashaf dengan rentetan roket. Tak hanya itu, pada pukul 11.00, peralatan teknis yang baru dipasang di kota Al-Bayyada dihancurkan menggunakan bom yang dijatuhkan dari pesawat nirawak.

Pihak Hizbullah menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi ini merupakan langkah membela kedaulatan Lebanon dan rakyatnya. Tindakan ini juga menjadi respons atas berulangnya pelanggaran gencatan senjata oleh pihak pendudukan Israel, termasuk serangan terhadap desa-desa di Lebanon Selatan yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Times of Israel