Skip to main content

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh NPR, PBS, dan Marist menunjukkan bahwa 56% warga Amerika Serikat menentang perang dengan Iran, sementara hanya 36% yang menyatakan dukungan. Survei ini juga mencatat penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di mana peringkat persetujuan keseluruhannya turun menjadi 38%. Angka terendah tercatat pada sektor ekonomi yang hanya meraih 35%, menandai pencapaian terburuk selama masa jabatannya. Meskipun demikian, loyalitas di internal partai tetap kuat dengan delapan dari sepuluh responden Partai Republik masih mendukung kebijakan ekonomi dan pendekatan Donald Trump terhadap Iran. Beberapa tokoh berpengaruh dalam gerakan “Make America Great Again” mulai mengkritik perang, namun mereka belum merepresentasikan mayoritas pemilih Republik, sementara pemilih independen dilaporkan bergeser signifikan untuk sejalan dengan pandangan Partai Demokrat dalam isu konflik ini.

Di tingkat internasional, Kepala Kantor Bantuan PBB Tom Fletcher memperingatkan pada Rabu, 11 Maret 2026, bahwa peperangan di Timur Tengah telah melumpuhkan operasi kemanusiaan di seluruh dunia. Penutupan ruang udara dan terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan gangguan rantai pasokan global serta menghambat pengiriman bantuan penyelamat nyawa ke berbagai wilayah krisis. Tom Fletcher menyatakan kepada Reuters bahwa dunia saat ini berada dalam momen bahaya besar, di mana pasokan bantuan untuk Gaza dan wilayah Afrika sub-Sahara mulai terhambat secara serius. Negara-negara seperti Somalia yang dilanda kekeringan serta Sudan yang didera konflik menjadi wilayah yang paling terdampak oleh krisis distribusi ini.

Kondisi ini diperparah oleh lonjakan harga energi dan pangan di seluruh kawasan. Tom Fletcher menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia menyebabkan biaya pengiriman bantuan kemanusiaan PBB melalui jalur udara membengkak drastis. Situasi ini terjadi di saat badan-badan PBB dan organisasi non-pemerintah sedang menghadapi pemotongan anggaran yang signifikan dari para donor. Biaya penerbangan kemanusiaan yang melonjak dalam waktu singkat tersebut menciptakan tantangan finansial yang berat, mengancam keberlangsungan operasi bantuan bagi jutaan orang yang membutuhkan di tengah badai krisis global yang dipicu oleh eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: PBS