Skip to main content

Hizbullah terus menghadang upaya infiltrasi pasukan pendudukan Israel di pinggiran selatan kota Khiam, Lebanon selatan, di mana wilayah sekitar pusat penahanan menjadi saksi pertempuran sengit pada Selasa, 10 Maret 2026 dini hari. Dalam operasi tersebut, Hizbullah berhasil menghancurkan tiga tank Merkava dengan memancing pasukan musuh ke dalam jebakan yang telah disiapkan secara matang serta menargetkan tim evakuasi menggunakan senjata yang sesuai, yang mengakibatkan kendaraan-kendaraan tersebut terbakar dan menimbulkan korban jiwa di pihak musuh. Secara bersamaan pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 02.45 waktu Beirut, para pejuang menargetkan posisi militer baru di bukit Tell al-Hamams serta penempatan artileri Israel di dekat situs al-Abbad menggunakan rentetan roket. Serangan serupa juga diarahkan kepada kumpulan tentara musuh di situs al-Malikiyah, situs Jabal al-Bat di kota perbatasan Aitaroun, serta barak Yiftah yang dihantam dengan salvo roket pada pukul 01.30 dini hari.

Selain operasi di wilayah perbatasan, Hizbullah mengumumkan serangan terhadap basis kendali drone Israel Geva di sebelah timur kota Safed menggunakan salvo rudal kualitatif pada Selasa, 10 Maret 2026 dini hari. Serangan rudal dan serangan kualitatif juga menyasar kumpulan tentara serta kendaraan militer pendudukan Israel di lokasi baru kota Markaba, penempatan artileri di dekat situs Marj, serta konsentrasi pasukan di ketinggian Kahil di pinggiran timur kota Maroun al-Ras. Di wilayah Aitaroun, Hizbullah menggunakan artileri untuk menargetkan kumpulan tentara Israel di area Khanouq. Sebelumnya pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 18.30, pihak perlawanan telah menyerang pangkalan Tel Hashomer yang merupakan markas Komando Arkanian di tenggara Tel Aviv menggunakan dua drone penyerang, serta menargetkan pangkalan Tziporit di timur Haifa untuk pertama kalinya menggunakan skuadron drone penyerang pada pukul 10.00 pagi di hari yang sama.

Operasi strategis lainnya dilakukan pada Senin, 9 Maret 2026 malam, ketika Hizbullah mengumumkan serangan terhadap stasiun komunikasi satelit milik Divisi Pertahanan Siber dan Komunikasi tentara pendudukan Israel di Lembah Ella, pusat wilayah Palestina yang diduduki. Fasilitas vital yang berjarak sekitar 160 km dari perbatasan Lebanon tersebut dihantam dengan rentetan rudal berkualitas tinggi sebagai respons atas agresi Israel terhadap kota-kota di Lebanon dan pinggiran selatan Beirut. Kantor berita Iran Mehr News Agency menunjukkan bahwa serangan tersebut telah menghancurkan jantung sistem komunikasi satelit Israel. Meskipun otoritas terkait mencoba merahasiakan dampak serangan, analisis gambar menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah besar penerima gelombang satelit di situs tersebut. Mehr News Agency menambahkan bahwa lokasi yang ditargetkan adalah SES Satellite Station atau Emek HaEla Teleport, sebuah stasiun satelit sangat vital milik perusahaan Luksemburg SES SA.

Pusat komunikasi Emek HaEla merupakan salah satu stasiun bumi terbesar dan terkua milik perusahaan Gilat yang bertugas menerima informasi dari satelit militer dan mata-mata seperti Amos dan Dror. Informasi tersebut kemudian dikirimkan melalui jaringan serat optik perusahaan Bezeq ke pusat komando dan kendali terpadu untuk operasi ofensif dan defensif tentara pendudukan. Mehr News Agency menjelaskan bahwa pusat ini merupakan jantung yang memompa informasi ke pusat pengambilan keputusan Israel dan memiliki cabang di beberapa negara lain. Operasi ini dinilai memberikan pukulan mematikan bagi sistem komunikasi Israel yang diperkirakan akan memicu gelombang gangguan besar pada jaringan komunikasi mereka. Sumber intelijen mengungkapkan bahwa data dan pemantauan terhadap pusat ini telah dikumpulkan sejak lama, sehingga serangan dilakukan berdasarkan informasi akurat yang diperoleh sebelumnya.

Media massa di Israel melaporkan pada Senin, 9 Maret 2026 bahwa Hizbullah telah menghancurkan fasilitas strategis di Beit Shemesh dekat Yerusalem yang diduduki, serta menghantam dua situs sensitif di Israel tengah. Laporan media tersebut juga menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang, pihak perlawanan meluncurkan rudal presisi ke wilayah pendudukan yang menyebabkan beberapa luka-luka. Selain operasi di Lembah Ella, Hizbullah juga menargetkan pangkalan Ramla yang merupakan pangkalan Komando Front Dalam Negeri di tenggara Tel Aviv menggunakan rentetan rudal berkualitas tinggi. Seluruh rangkaian serangan ini menunjukkan peningkatan kemampuan taktis dan strategis Hizbullah dalam menjangkau titik-titik krusial di wilayah pendudukan Israel.

Sumber berita: Al Mayadeen

Sumber gambar: Shafaq News