Pemimpin gerakan Ansar Allah di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, memberikan pernyataan resmi pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai bentuk solidaritas penuh terhadap Republik Islam Iran pasca-agresi militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Yaman akan mengambil tindakan nyata melalui berbagai aktivitas militer dan non-militer untuk menghadapi perkembangan situasi yang kian memanas. Menurut pandangannya, agresi terhadap Iran merupakan bagian dari skema besar untuk memberikan kendali penuh kepada entitas Zionis di kawasan Timur Tengah demi mewujudkan proyek agresif yang dikenal sebagai “Israel Raya”.
Abdul-Malik al-Houthi menyatakan bahwa serangan terhadap Iran adalah bentuk agresi tanpa dasar hukum terhadap sebuah negara Muslim. Ia memuji kesiapan dan keberanian militer Iran, khususnya Garda Revolusi Islam, yang dianggapnya telah memenuhi tugas suci dalam menghadapi musuh dengan segala kekuatan yang ada. Ia menekankan bahwa posisi Iran saat ini sangat kokoh karena didasarkan pada iman yang kuat, tekad yang bulat, serta kesadaran rakyat yang luas dalam menghadapi intimidasi dan arogansi dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak untuk menyerang kedaulatan bangsa Iran.
Selain dukungan militer, pimpinan Ansar Allah ini juga menyoroti pentingnya solidaritas media dalam menghadapi propaganda musuh. Ia memberikan peringatan keras terhadap kinerja beberapa saluran media yang dianggap sebagai kaki tangan Zionisme. Menurutnya, media-media tersebut secara aktif menjadi bagian dari agresi Amerika-Israel melalui upaya peperangan psikologis yang bertujuan untuk melemahkan semangat perlawanan umat. Ia mendesak agar seluruh elemen pendukung kemerdekaan memperkuat narasi pembelaan terhadap Republik Islam guna menangkal manipulasi informasi yang disebarkan oleh pihak-pihak yang pro-Zionis.
Pernyataan dari Yaman ini mempertegas solidnya “Poros Perlawanan” di kawasan, di mana Ansar Allah memposisikan diri sebagai sekutu strategis yang siap bergerak untuk mengimbangi tekanan militer yang diterima Iran. Penegasan Abdul-Malik al-Houthi mengenai keterlibatan Yaman dalam perkembangan mendatang mengisyaratkan adanya potensi pembukaan front baru atau peningkatan serangan di jalur maritim sebagai respons atas syahidnya pemimpin besar Iran serta penghancuran fasilitas sipil di negara tersebut.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Saba



