Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi mengonfirmasi bahwa kontak serta konsultasi mengenai program nuklir Iran masih terus berlangsung secara intensif. Rafael Grossi menyampaikan kepada awak media bahwa tim inspeksi dari Badan Energi Atom Internasional terakhir kali melakukan kunjungan ke fasilitas nuklir Iran yang menjadi sasaran serangan hanya beberapa hari sebelum agresi tersebut terjadi pada Juni tahun lalu. Ia menekankan bahwa pencapaian sebuah kesepakatan dengan Iran memerlukan formula komprehensif yang mencakup seluruh aspek teknis maupun hukum secara menyeluruh. Menurutnya, tanpa adanya kerangka kerja yang solid dan mencakup semua poin krusial, mustahil bagi kedua belah pihak untuk mencapai pemahaman yang mengikat.
Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan pada Rabu, 18 Februari 2026, bahwa Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh dalam mempersiapkan kerangka kerja bagi perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam sebuah panggilan telepon, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan fokus Teheran pada penyusunan kerangka awal yang koheren guna memajukan proses negosiasi berdasarkan fondasi yang jelas dan terorganisir. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi pembuka jalan bagi tercapainya kesepakatan yang didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan serta komitmen timbal balik yang saling menguntungkan.
Kedua belah pihak juga telah meninjau hasil dari putaran terakhir pembicaraan tidak langsung yang diadakan di Jenewa, serta bertukar pandangan mengenai mekanisme teknis dan persyaratan hukum yang diperlukan untuk menyusun draf kerangka negosiasi tahap berikutnya. Berdasarkan pernyataan resmi, Rafael Grossi menegaskan kesediaan lembaga yang dipimpinnya untuk bekerja sama dalam perancangan draf tersebut guna memfasilitasi proses diplomatik dan memperkuat aspek teknis dalam setiap pembicaraan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya telah menyatakan bahwa putaran kedua perundingan menunjukkan kemajuan yang nyata dibandingkan putaran pertama, dengan suasana diskusi yang serius dan konstruktif yang berhasil menetapkan prinsip-prinsip panduan untuk mencapai kesepakatan di masa depan.
Di sisi lain, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyampaikan harapan Moskow agar jalur politik dan diplomatik tetap menjadi prioritas utama dalam menangani situasi yang berkembang di sekitar Iran. Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat, 20 Februari 2026, Dmitry Peskov menyerukan negara-negara di kawasan untuk mengedepankan dialog sebagai solusi absolut dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Ia juga memberikan klarifikasi mengenai latihan militer laut gabungan antara Rusia dan Iran, dengan menegaskan bahwa manuver tersebut merupakan agenda rutin yang telah direncanakan dan disepakati jauh-jauh hari. Moskow memastikan akan terus mengembangkan hubungan strategis dengan Teheran, sembari tetap mendorong agar jalur negosiasi tetap mendominasi dalam upaya mencari jalan keluar dari krisis yang tengah terjadi.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: The New Region



