Ibu kota Yaman, Sana’a, bersama sejumlah kota lainnya menjadi saksi bisu atas berkumpulnya jutaan massa yang menyuarakan dukungan penuh bagi warga Gaza pada Jumat, 6 Februari 2026. Ratusan ribu orang memadati Al-Sabeen Square di Sana’a untuk mengecam hegemoni Amerika Serikat dan serangkaian kejahatan yang dilakukan oleh pihak pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina. Para demonstran menegaskan bahwa opsi perlawanan akan tetap menjadi pilihan utama hingga agresi militer benar-benar dihentikan dan pengepungan atas Gaza dicabut secara total.
Dalam aksi tersebut, rakyat Yaman menyuarakan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang melanda Gaza, di mana warga sipil harus menghadapi pembunuhan massal, kelaparan, dan blokade yang mencekik. Mereka menekankan bahwa kebuntuan internasional dan sikap diam dunia merupakan bentuk keterlibatan nyata dalam kejahatan perang tersebut. Massa juga menyatakan dukungan penuh kepada otoritas Abdul-Malik al-Houthi untuk mengambil langkah-langkah militer yang diperlukan guna menghadapi agresi, sembari menyesalkan sikap pasif dari mayoritas negara-negara Arab dan Muslim lainnya.
Situasi di lapangan memang menunjukkan kondisi yang sangat kritis. Data terbaru mengungkapkan bahwa telah terjadi sekitar 1.550 pelanggaran yang mengakibatkan lebih dari 570 martir dan 1.500 warga luka-luka hanya dalam kurun waktu 117 hari sejak kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza diberlakukan. Pihak pendudukan terus melakukan aksi kekerasan melalui penembakan langsung, pengeboman udara, serta serangan artileri yang menghancurkan fasilitas publik dan bangunan tempat tinggal secara sistematis di seluruh wilayah Gaza.
Dalam beberapa jam terakhir pada Sabtu, 7 Februari 2026, serangan dilaporkan kembali menghantam wilayah Jabalia al-Balad, al-Waha, dan Beit Lahia di Gaza Utara; Bani Suheila di timur Khan Younis; Deir al-Balah di Gaza Tengah; serta lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Kekejaman semakin terlihat ketika tank-tank Israel melepaskan tembakan berat ke arah tenda-tenda pengungsian di area al-Maslakh dan al-Buraq al-Janoubi, sebelah selatan Khan Younis, yang mengakibatkan banyak warga sipil terluka di tempat perlindungan sementara mereka. Serangkaian tindakan ini dianggap sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan ketahanan nasional rakyat Palestina melalui teror fisik dan psikologis yang berkelanjutan.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Press TV



