Ketegangan di perbatasan Lebanon kembali mencapai titik kritis pada Kamis malam, 5 Februari 2026. Koresponden Al-Mayadeen melaporkan suara ledakan hebat yang mengguncang kota Adaysah dan daerah sekitarnya di Lebanon Selatan. Di saat yang bersamaan, pasukan pendudukan Israel menargetkan pinggiran kota Yaroun di sektor tengah dengan serangan artileri berat, memperluas cakupan agresi militer di wilayah kedaulatan Lebanon.
Tidak hanya mengandalkan serangan darat, angkatan udara Israel juga melancarkan rangkaian serangan udara masif yang menyasar Dataran Tinggi Al-Rayhan dan wilayah Al-Qatrani. Serangan udara tambahan juga dilaporkan menghantam kawasan Al-Mahmoudiya serta pinggiran Barghaz di bagian selatan negara tersebut. Eskalasi ini menunjukkan intensitas serangan yang meningkat tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Agresi militer ini juga menjangkau wilayah pedalaman Lebanon. Jet tempur Israel dilaporkan melancarkan dua serangan udara di pinggiran kota Buday, Bekaa Barat, serta dua serangan lainnya di pinggiran Hermel. Penggunaan kekuatan udara yang merambah hingga ke wilayah Bekaa dan Hermel menandakan perluasan zona target oleh militer Israel.
Rangkaian tindakan militer ini, yang meliputi pengeboman, infiltrasi darat, hingga pengoperasian pesawat nirawak secara terus-menerus, telah mengancam stabilitas dan ketahanan nasional Lebanon. Hingga laporan ini diturunkan, rangkaian serangan yang terjadi sepanjang Kamis malam tersebut telah mengakibatkan ratusan warga gugur sebagai martir dan lebih dari seribu orang lainnya mengalami luka-luka di seluruh penjuru Lebanon.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Anadolu Agency



