Koresponden Al-Mayadeen di Kesultanan Oman mengonfirmasi pada Kamis, 5 Februari 2026, bahwa putaran negosiasi antara pihak Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat ini akan dilakukan secara tidak langsung. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di ibu kota Muscat sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, dilaporkan telah tiba di Muscat untuk berpartisipasi dalam dialog yang diperkirakan hanya akan berlangsung selama empat hingga lima jam, dengan kemungkinan bertempat di kediaman Menteri Luar Negeri Oman.
Fokus utama dalam perundingan ini sangat spesifik, yakni secara eksklusif membahas kerangka nuklir tanpa menyinggung isu-isu lain di luar kesepakatan tersebut. Meskipun atmosfer di sekitar meja perundingan digambarkan tidak sepenuhnya positif maupun negatif, fakta bahwa kedua belah pihak masih bersedia bertemu dianggap sebagai langkah krusial untuk mencegah meluasnya spektrum perang dan eskalasi di kawasan, setidaknya untuk sementara waktu. Keberhasilan pelaksanaan pertemuan di Muscat ini juga menandai kemenangan diplomatik kecil bagi Teheran yang bersikeras pada lokasi tersebut, meskipun awalnya Amerika Serikat menolak perubahan rencana dari lokasi semula di Istanbul.
Di tengah persiapan tersebut, Ketua Persatuan Jurnalis Iran, Mashallah Shams al-Wa’izin, memberikan peringatan keras melalui wawancara eksklusif dengan Al-Mayadeen. Beliau menilai upaya Washington menaikkan plafon negosiasi hanyalah taktik untuk menyenangkan pihak tertentu, terutama entitas Israel. Beliau menegaskan bahwa jika pihak Amerika Serikat tetap memaksakan untuk membahas berkas-berkas di luar kerangka nuklir, maka Iran tidak akan ragu untuk segera menarik diri dari pembicaraan tersebut. Hal ini sejalan dengan prinsip ketahanan nasional Iran yang menolak campur tangan asing dalam kapabilitas militer atau pengaruh regional mereka.
Kepastian mengenai jalannya perundingan ini juga diperkuat dengan klarifikasi dari berbagai media internasional. Kantor berita Reuters mengonfirmasi kehadiran pejabat Amerika Serikat di Oman, sementara portal berita Axios mencabut laporan sebelumnya tentang “keruntuhan negosiasi” dan menyatakan bahwa rencana pembicaraan nuklir ini telah kembali ke jalurnya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui unggahannya di platform X, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Oman yang telah memfasilitasi seluruh pengaturan teknis demi terselenggaranya dialog krusial ini di tengah ancaman stabilitas Asia Barat yang terus meningkat.
Sumber berita: Al Mayadeen
Sumber gambar: Jerusalem Post



