Tasnim News Agency melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio kembali menyampaikan pandangan yang dianggap sebagai bentuk delusi dan keangkuhan terhadap Iran serta Pemimpin Besar Revolusi Islam Sayyid Ali Khamenei. Meski melontarkan retorika yang tajam, Marco Rubio pada saat yang sama mengakui adanya konsekuensi mematikan yang harus dihadapi jika Amerika Serikat melakukan petualangan militer terhadap Iran. Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa dalam sebuah dengar pendapat di Kongres Amerika Serikat, Marco Rubio mengakui bahwa Amerika Serikat saat ini menempatkan sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara yang tersebar di sembilan lokasi berbeda di seluruh Timur Tengah. Marco Rubio menekankan bahwa seluruh personel militer tersebut berada dalam jangkauan serangan drone dan rudal milik Iran, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi kerentanan posisi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Marco Rubio mengeklaim bahwa Presiden Donald Trump akan selalu mempertahankan opsi pertahanan preventif sebagai langkah perlindungan bagi kepentingan Amerika Serikat. Marco Rubio juga secara tidak langsung menunjukkan posisi negaranya di hadapan kekuatan dan otoritas Iran di kawasan Timur Tengah dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat harus memiliki kekuatan yang cukup di wilayah tersebut guna membela diri apabila terjadi serangan Iran terhadap pasukan mereka. Ia menegaskan pentingnya kemampuan untuk merespons sekaligus mencegah adanya serangan mendahului terhadap Amerika Serikat maupun sekutu-sekutunya di kawasan. Di sisi lain, Marco Rubio menyampaikan pernyataan yang mencerminkan kekhawatiran agar situasi tidak sampai mencapai tahap penggunaan opsi militer terhadap Iran. Hal ini memperlihatkan adanya kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul jika konflik terbuka benar-benar terjadi di kawasan tersebut.
Sumber berita: Tasnim News Agency
Sumber gambar: Eurasia Review



