Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Ali Mohammad Naeini menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran memiliki kendali penuh atas pergerakan dan perilaku musuh serta memiliki rencana operasional yang tepat untuk menghadapi segala kemungkinan skenario di tengah meningkatnya ancaman Amerika Serikat yang disertai dengan perang psikologis. Ali Mohammad Naeini menekankan bahwa realitas di lapangan sangat berbeda dari propaganda media yang bermusuhan, sembari menyatakan kesiapan Korps Garda Revolusi Islam untuk terus melindungi rakyat Iran dan menggagalkan setiap konspirasi yang menargetkan keamanan serta stabilitas negara. Dalam komentarnya mengenai ancaman dari pejabat Amerika Serikat, Ali Mohammad Naeini menyatakan bahwa pihaknya mengendalikan situasi di lapangan dan merasa bangga menjadi perisai bagi rakyat Iran melawan segala bentuk konspirasi. Ia meyakinkan kembali bahwa militer Iran memantau pergerakan Amerika Serikat secara terus-menerus dan cerdas di kawasan tersebut, serta menyebutkan bahwa pengalaman Pertahanan Suci selama 12 hari telah membuktikan kegagalan opsi militer terhadap Iran karena angkatan bersenjata Iranlah yang menentukan akhir dari permainan perang dengan mengambil inisiatif.
Lebih lanjut, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Ali Mohammad Naeini menyatakan bahwa taktik menakut-nakuti masyarakat dengan menggambarkan suasana perang serta pengiriman kapal induk merupakan trik lama dari pejabat Amerika Serikat yang sudah tidak mempan lagi bagi bangsa mereka. Ali Mohammad Naeini menambahkan bahwa para pejabat Gedung Putih merasa bingung dan tidak berdaya menghadapi perlawanan Iran selama masa hasutan bersenjata serta periode Pertahanan Suci yang telah dilalui. Menurut Ali Mohammad Naeini, setelah kegagalan cepat dari upaya hasutan Amerika Serikat di Iran, pihak Washington kini berupaya keras untuk menciptakan keresahan dan menyebarkan ketakutan palsu di tengah masyarakat Iran karena selalu menghadapi hambatan berupa kohesi nasional rakyat Iran yang tidak tertembus dalam setiap aksi permusuhan terhadap Iran. Upaya tersebut dianggap sebagai bagian dari perang psikologis yang mencoba memengaruhi perasaan dan pikiran rakyat Iran secara negatif melalui narasi-narasi ketakutan yang dibangun oleh media-media asing.
Sementara itu, Perwakilan Pemimpin Besar Revolusi Islam Sayyid Ali Khamenei di Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani mengonfirmasi bahwa setiap tindakan militer Amerika Serikat, terlepas dari skala atau alasannya, akan dianggap sebagai awal dari perang yang komprehensif. Ali Shamkhani menegaskan melalui pesan di platform media sosial X bahwa serangan terbatas hanyalah sebuah ilusi, dan setiap tindakan militer oleh Amerika Serikat dari sudut pandang mana pun serta pada tingkat apa pun akan memicu respons segera, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ali Shamkhani memperingatkan bahwa target balasan militer Iran akan menjangkau jantung kota Tel Aviv di Israel serta seluruh pihak yang mendukung agresi terhadap Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran sedang secara sadar meningkatkan standar biaya konfrontasi militer, di mana para ahli meyakini bahwa kehadiran kapal induk Amerika Serikat tidak lagi menjadi ancaman krisis bagi Teheran, melainkan justru akan menjadi target empuk bagi serangan drone Iran yang memiliki kemampuan presisi tinggi.
Para ahli militer menilai bahwa rudal-rudal Iran telah terbukti menjadi salah satu kekuatan terbesar Teheran karena keragaman dan kekuatannya dalam menghadapi berbagai platform militer yang kompleks milik lawan. Prinsip dampak kecil pada sistem besar kini menjadi perbincangan utama dalam diskusi militer global, seiring dengan meningkatnya peran serangan drone berbiaya rendah namun efektif melawan platform raksasa yang sangat rumit seperti kapal induk bertenaga nuklir. Teheran sangat mengandalkan prinsip militer asimetris ini, yang menggarisbawahi bahwa kekuatan dalam perang modern tidak lagi diukur hanya dari ukuran fisik atau biaya teknologi semata, melainkan dari kemampuan untuk berinovasi dan memberikan dampak yang melumpuhkan sistem pertahanan lawan. Teknologi modern dan biaya tinggi sebuah alat tempur Amerika Serikat tetap memiliki kerentanan yang nyata, sehingga Iran merasa sangat percaya diri dalam menghadapi setiap potensi petualangan militer Amerika Serikat di kawasan dengan memanfaatkan keunggulan inovasi persenjataan mereka yang terus berkembang secara mandiri.
Sumber berita: Al-Alam
Sumber gambar: Saba



