Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh bangsa Iran pada Jumat, 23 Januari 2026, yang berisi ungkapan simpati mendalam bagi keluarga korban peristiwa berdarah baru-baru ini. Masoud Pezeshkian menggambarkan rangkaian kejadian tersebut sebagai ujian berat bagi negara dan menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk melindungi hak-hak rakyat. Ia menyatakan bahwa agenda utama pemerintah saat ini adalah penanganan yang adil terhadap para tahanan, pemberian kompensasi bagi korban luka, serta identifikasi sekaligus pemberantasan akar kekerasan secara serius.
Dalam pesannya, Masoud Pezeshkian mengakui bahwa penderitaan yang dialami warga dalam beberapa pekan terakhir telah meninggalkan luka yang dalam. Ia mengecam konspirasi para pembenci Iran yang sengaja mengubah arena protes sipil yang sah menjadi pertempuran berdarah dan penuh kekerasan. Masoud Pezeshkian mengungkapkan data yang memilukan, di mana hampir 3.000 warga Iran tewas serta ribuan lainnya mengalami luka fisik dan mental. Ia menegaskan bahwa “tangan-tangan jahat” yang sama, yang sebelumnya menyerang para ilmuwan dan jenderal selama Perang Dua Belas Hari, kini kembali beraksi dengan merekrut tentara bayaran untuk mengubah protes alami masyarakat menjadi kemarahan tidak suci yang menghanguskan ratusan masjid, sekolah, dan aset nasional.
Presiden Masoud Pezeshkian menyoroti bahwa gugurnya hampir 2.500 warga tidak berdosa dan penjaga keamanan selama beberapa hari kekacauan tersebut merupakan peristiwa beracun yang dirancang sebagai balas dendam pengecut oleh Amerika Serikat dan entitas Zionis. Menurutnya, konspirasi Amerika-Zionis pada Januari 2026 ini adalah respons musuh atas kekalahan telak mereka dalam Perang Dua Belas Hari sebelumnya. Sebagai pemegang mandat rakyat, Masoud Pezeshkian menyatakan tanggung jawabnya untuk tetap menjadi pelindung hak-hak bangsa dan telah menginstruksikan berbagai tim ahli untuk menyelidiki secara mendalam faktor-faktor penyebab insiden ini guna mencabut akar kekerasan hingga tuntas.
Masoud Pezeshkian menekankan bahwa menyampaikan protes adalah hak alami setiap warga negara dan pemerintah berkewajiban untuk mendengarkan suara mereka. Ia menjamin bahwa pemeriksaan terhadap para tahanan baru-baru ini akan dilakukan dengan prinsip keadilan, kejujuran, dan kasih sayang, guna memisahkan antara pemprotes murni atau mereka yang tertipu dengan kelompok yang tangannya berlumuran darah orang tidak bersalah. Pemerintah Iran menyatakan bertanggung jawab kepada seluruh korban terdampak dan berkomitmen untuk memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami. Di akhir pesannya, Masoud Pezeshkian menyatakan keyakinannya bahwa di bawah bimbingan Sayyid Ali Khamenei serta melalui persatuan nasional, bangsa Iran akan menempa masa depan yang cerah dan stabil setelah belajar dari pengalaman pahit ini.
Sumber berita: Tasnim News
Sumber gambar: Press TV



